Kepala SD di Kampar Dipecat karena Arogan, Guru Honorer Juga Diberhentikan Usai Banting Nasi Kotak

2026-02-02 13:00:06
Kepala SD di Kampar Dipecat karena Arogan, Guru Honorer Juga Diberhentikan Usai Banting Nasi Kotak
PEKANBARU, - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kampar, Riau, memberhentikan Kepala SD Negeri 021 Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Aspinawati Harahap, dari jabatannya.Pemecatan dilakukan karena Aspinawati dinilai arogan dan semena-mena dalam memimpin sekolah.“Kepala sekolah yang mengadu ke kami diintimidasi. Mau tidak mau, dengan berat hati saya sampaikan bahwa kepala sekolah dicopot dari jabatannya,” kata Kepala Disdik Kampar, Siti, saat diwawancarai wartawan di Kampar, Rabu .Baca juga: Guru di Kampar Banting Nasi Kotak Pemberian Dinas Pendidikan di Depan Murid, Videonya ViralSiti menyebut, pemecatan itu juga dilakukan bersamaan dengan pemberhentian seorang guru honorer bernama Yon Hendri yang sempat viral karena membanting nasi kotak di sekolah.“Kami mendapat banyak keluhan dari wali murid terhadap kedua tenaga pendidik tersebut,” ujarnya.Sebelumnya, beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang guru honorer di SD Negeri 021 Tarai Bangun, Yon Hendri, membanting sejumlah nasi kotak di depan guru dan murid.Peristiwa itu terjadi pada Senin seusai kegiatan sosialisasi yang digelar Kejaksaan Negeri Kampar dan Dinas Pendidikan di sekolah tersebut.KOMPAS.COM/Dok. warga. RIAU K147-18 20251113 Guru Honorer SD di Kampar yang Banting Nasi Dipecat, Disdik : Dia Tidak Menghargai KamiDalam video yang beredar, Yon Hendri tampak membanting nasi kotak di pintu masuk ruang guru disaksikan para siswa. Sebelum aksi itu, terdengar ia sempat adu mulut dengan salah satu guru.Selain insiden tersebut, Yon Hendri juga dilaporkan pernah menendang makanan bergizi gratis (MBG) di dalam kelas dan bersikap kasar saat proses belajar mengajar.Atas serangkaian tindakannya itu, Disdik Kampar resmi memberhentikannya bersama kepala sekolah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-02-02 12:24