Aset Kripto Tertekan, Bitcoin Jatuh 8 Persen, Tanda Minat Investor Memudar?

2026-01-12 03:11:01
Aset Kripto Tertekan, Bitcoin Jatuh 8 Persen, Tanda Minat Investor Memudar?
NEW YORK, - Harga Bitcoin (BTC) kembali terpeleset tajam pada perdagangan Senin waktu setempat. Hal ini memicu pertanyaan baru di kalangan investor: apakah Bitcoin mulai kehilangan daya tariknya? Aset kripto terbesar dunia itu sempat anjlok hingga 8 persen ke level 83.879 dollar AS, sebelum berakhir melemah sekitar 6 persen di 85.788 dollar AS. Kejatuhan ini menjadi pelemahan harian terdalam sejak awal November dan melanjutkan tren negatif sepanjang bulan lalu. Mengutip Reuters, Selasa , sepanjang November, Bitcoin kehilangan lebih dari 18.000 dollar AS, penurunan bulanan terbesar sejak pertengahan 2021 saat pasar kripto mengalami koreksi besar-besaran. Arus keluar dana dalam jumlah besar memperlihatkan investor semakin menjauhi aset berisiko di tengah ketidakpastian global.Tekanan pada pasar kripto semakin kuat setelah Strategy, korporasi pemegang Bitcoin terbesar, memangkas proyeksi laba tahun 2025 akibat melemahnya harga kripto. Saham perusahaan tersebut langsung terkoreksi 3,3 persen. Data CoinGlass menunjukkan likuidasi posisi kripto, baik long maupun short, mendekati 1 miliar dollar AS dalam 24 jam terakhir.Baca juga: Bitcoin (BTC) Rontok, Aset Kripto Berguguran Ikuti Koreksi GlobalDirektur perdagangan Monex USA, Juan Perez, melihat penurunan kali ini sebagai tanda meredupnya selera investor terhadap aset digital.“Bitcoin tampaknya mulai terkena efek memudarnya antusiasme di sektor kripto dan teknologi,” ujarnya. Ia menilai kekhawatiran terkait konsentrasi pasar, ketahanan infrastruktur blockchain, hingga menurunnya kerja sama perdagangan global menjadi faktor yang menekan minat investor.Aset kripto lainnya ikut terseret. Ether ambles 8,8 persen ke 2.756 dollar AS dan mencatat penurunan sekitar 22 persen pada November lalu, pelemahan bulanan terburuk sejak Februari.Baca juga: Kejatuhan Bitcoin Picu Peringatan OJK untuk Investor DomestikTekanan pada Bitcoin juga terjadi seiring pelemahan di pasar saham global. Indeks MSCI Global turun 0,40 persen dan S&P 500 melemah 0,5 persen, di tengah kekhawatiran bahwa reli saham teknologi terkait kecerdasan buatan (AI) mulai kehilangan momentum. “Sentimen negatif saat ini tampaknya terkait dengan meningkatnya kekhawatiran mengenai konsentrasi pasar yang makin besar dan keberlanjutan pertumbuhan sektor tersebut yang dipertanyakan, mengingat masalah infrastruktur serta berkurangnya kerja sama perdagangan secara global,” katanya.Meski demikian, sebagian analis belum sepenuhnya menilai Bitcoin kehilangan daya tarik jangka panjang. Secara historis, Desember justru menjadi salah satu bulan terbaik untuk Bitcoin dengan rata-rata penguatan 9,7 persen. Namun, pergerakan tahun ini dinilai lebih sulit diprediksi karena korelasi Bitcoin dengan pasar saham melemah. Co-Founder Themis Trading, Joe Saluzzi, menyebut pasar kripto dan saham saat ini tidak selalu bergerak searah, meski sama-sama sensitif terhadap sentimen risiko.Baca juga: Bitcoin Bersiap Hadapi Kejutan The Fed di Desember, Diprediksi Bisa Picu Lonjakan Harga


(prf/ega)