Dekorasi Ramah Lingkungan Warnai Suasana Natal 2025 di Gereja Katedral Jakarta

2026-02-02 04:29:56
Dekorasi Ramah Lingkungan Warnai Suasana Natal 2025 di Gereja Katedral Jakarta
JAKARTA, – Gereja Katedral Jakarta menghadirkan dekorasi Natal ramah lingkungan dalam perayaan Natal 2025.Tidak sekadar memperindah suasana, dekorasi ini membawa pesan kuat tentang keberlanjutan, kepedulian ekologis, serta kearifan lokal yang semakin relevan di tengah krisis lingkungan global.Dekorasi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi umat yang mengikuti rangkaian misa Natal.Baca juga: Pohon Natal Setinggi 8 Meter di Gereja Katedral Jadi Spot Foto Favorit JemaatSejak pagi hingga siang hari, area plaza Gereja Katedral Jakarta tampak ramai oleh jemaat yang berhenti sejenak untuk mengamati, berfoto, hingga mengajak anggota keluarga menikmati suasana Natal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi, dekorasi Natal ramah lingkungan ini terletak di area keluar-masuk Gereja Katedral Jakarta, tepatnya di dekat pintu Terowongan Silaturahim.Di titik tersebut, sebuah pohon Natal setinggi sekitar delapan meter menjulang dan langsung menyedot perhatian pengunjung.Pohon Natal ini tampil unik dengan tekstur alami dan warna-warna hangat. Alih-alih menggunakan ornamen plastik atau lampu berlebihan, pohon tersebut disusun dari karung beras bekas yang diolah ulang sehingga membentuk lapisan menyerupai dedaunan.Pita merah khas Natal melingkar di beberapa bagian, sementara batok kelapa bekas dipoles menjadi ornamen bulat yang menghiasi tubuh pohon.Dari jarak dekat, detail hiasan tampak semakin menarik. Potongan kain bermotif serta ornamen berbentuk bola warna-warni ditempelkan secara simetris, memberikan sentuhan artistik tanpa meninggalkan kesan sederhana.Deretan tanaman hias dan bunga berwarna merah serta hijau diletakkan di sekeliling pohon, menambah kesan segar dan alami.Baca juga: Ratusan Doa Jemaat Hiasi Pohon Natal di GPIB Immanuel JakartaKeberadaan dekorasi ini yang berdampingan dengan Terowongan Silaturahim juga memberi makna simbolis, sebagai perjumpaan nilai iman, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.Tak heran jika banyak jemaat terlihat mengabadikan momen di lokasi ini, baik bersama keluarga maupun kerabat, sebelum atau sesudah mengikuti misa.Selain pohon Natal, area Plaza Kristus Raja turut dihiasi Patung Boneka Nusantara serta Patung Keluarga Kudus bergaya Jawa.Patung-patung tersebut mengenakan busana bernuansa etnik dengan motif batik dan unsur tradisional, mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Kehadiran figur-figur ini menegaskan bahwa nilai Kristiani dapat tumbuh selaras dengan identitas budaya lokal.“Ini sejalan dengan komitmen Katedral sejak beberapa tahun terakhir untuk menggunakan bahan daur ulang, memanfaatkan kembali patung-patung yang sudah ada, serta mengangkat wastra nusantara sebagai wujud cinta tanah air,” kata Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, Kamis .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-02-02 03:03