BANDUNG BARAT, - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyiagakan posko dan personel di sejumlah titik strategis selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.Hal ini untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.Kepala Pelaksana BPBD KBB Asep Sehabudin mengatakan, kesiapsiagaan tersebut difokuskan pada kawasan rawan bencana serta lokasi dengan mobilitas masyarakat tinggi, terutama jalur tol dan destinasi wisata.“Kita dalam posisi siaga apalagi menghadapi Natal dan tahun baru. Natal dan tahun baru kita sudah menyediakan posko bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di pintu tol Padalarang dan tempat wisata Lembang,” ujar Asep, Senin .Baca juga: Pimpinan Komisi VIII Dukung MBG Ponpes dan Madrasah Saat Libur SekolahMenurut Asep, penempatan posko di pintu tol Padalarang dan kawasan wisata Lembang bertujuan mempercepat respons apabila terjadi kondisi darurat, mengingat potensi lonjakan kendaraan dan wisatawan selama libur panjang.Selain posko, BPBD KBB juga mengoptimalkan kesiapsiagaan personel untuk memantau perkembangan cuaca dan potensi bencana di berbagai wilayah Bandung Barat.“Khusus BPBD sebagai pemerintah harus memfasilitasi dan informasi kepada masyarakat. Kita dalam posisi siaga apalagi menghadapi Natal dan tahun baru. Natal dan tahun baru kita sudah menyediakan posko di pintu tol Padalarang dan kwasan wisata Lembang,” sebutnya.Baca juga: Dedi Mulyadi Ingin Angkot Bandung Libur 2 Hari saat Tahun Baru, Sopir Dapat Uang Saku Rp 500.000BPBD Bandung Barat juga mendirikan posko terpadu dengan melibatkan organisasi pendukung kebencanaan.Salah satunya bekerja sama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) di kawasan Lembang untuk memperkuat komunikasi kebencanaan.“Kita juga membuat posko bersama dengan ORARI di Lembang. Di wilayah lain juga kita berkoordinasi dengan Destana. Jadi mereka harus siap bukan lagi berbicara Siklon tapi menghadapi Natal dan Tahun Baru. Karena kondisi cuaca tidak menentu,” katanya.Asep menambahkan, koordinasi lintas sektor hingga tingkat kewilayahan terus diperkuat. Seluruh elemen kebencanaan, mulai dari Desa Tangguh Bencana (Destana), Taruna Siaga Bencana (Tagana), aparat desa, hingga RT/RW diminta tetap siaga.BPBD Bandung Barat juga telah menyampaikan peringatan dini melalui penguatan kelembagaan serta penyebaran informasi kebencanaan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.“Karena dari sisi kesiapsiagaan bencana pada dasarnya bukan hanya oleh pemerintah tapi juga masyarakat. Minimal bisa mendeteksi dirinya dan keluarganya sendiri. Karena semua sekarang bisa mengakses informasi BMKG,” kata Asep.Baca juga: Estimasi Tarif Tol Jakarta-Surabaya setelah Diskon Libur Nataru 2025Di tengah musim libur sekolah yang bertepatan dengan Nataru, Asep mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam merencanakan aktivitas liburan, terutama perjalanan ke luar daerah.“Karena ini musim liburan sekolah kalau bisa jangan liburan ke luar kota. Bisa diisi dengan kegiatan yang manfaat. Karena kondisi cuaca sekarang,” tuturnya.Asep juga meminta masyarakat menghindari destinasi wisata yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi, seperti kawasan sungai dan daerah rawan longsor.“Mengimbau kepada masyarakat kalau bisa jangan terlalu banyak bepergian. Terutama ke wisata yang daerahnya rawan bencana. Kayak wisata sungai agar sementara dihindari untuk mengantisipasi luapan air saat hujan,” ujar dia.
(prf/ega)
Pengamanan di Lembang, BPBD Bandung Barat: Hindari Wisata di Kawasan Rawan Bencana
2026-01-12 03:57:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:36
| 2026-01-12 03:12
| 2026-01-12 02:10
| 2026-01-12 02:09
| 2026-01-12 02:08










































