SYDNEY, – Dua pelaku penembakan di Bondi Beach, Sajid Akram dan putranya, Naveed Akram, disebut sempat melakukan perjalanan ke Filipina untuk mengikuti “pelatihan militer” sebulan sebelum serangan yang menewaskan 16 orang saat perayaan Hanukkah.Informasi ini dikonfirmasi oleh sumber-sumber keamanan yang mengetahui jalannya penyelidikan.Pengungkapan tersebut muncul setelah ABC melaporkan bahwa Naveed Akram (24) memiliki hubungan lama dengan sejumlah anggota jaringan ISIS.Baca juga: Ibu Penembak Bondi Beach Beberkan Rencana Pelaku Sebelum BeraksiDi antaranya adalah tokoh radikal Wisam Haddad serta Youssef Uweinat, perekrut remaja untuk ISIS yang telah divonis bersalah. Namun, Haddad, melalui pengacaranya, menyatakan bahwa ia “dengan tegas menyangkal memiliki pengetahuan atau keterlibatan apa pun dalam penembakan yang terjadi di Bondi Beach.”Menurut para pejabat yang diberi pengarahan soal penyelidikan, kedua pelaku berangkat ke Manila pada awal November.Dari sana, Naveed dan Sajid Akram melanjutkan perjalanan ke wilayah selatan Filipina dan mengikuti pelatihan militan.Seorang pejabat senior kontra-terorisme, yang berbicara dengan syarat anonim, menyebut pelatihan itu bersifat militer.Keduanya kemudian kembali ke Australia pada akhir November, hanya beberapa pekan sebelum serangan maut di Bondi Beach.Adapun Filipina, khususnya wilayah selatan Mindanao, telah lama dikenal sebagai salah satu titik panas aktivitas militan.Sejak awal 1990-an, kawasan tersebut menjadi lokasi berdirinya kembali kamp-kamp pelatihan teroris yang sebelumnya berada di perbatasan Pakistan–Afghanistan.Meski demikian, sumber keamanan belum mengonfirmasi secara rinci lokasi dan pergerakan pasangan ayah-anak itu selama berada di Filipina selatan.Penyelidikan juga mengungkap bahwa badan intelijen Australia, ASIO, pernah menyelidiki Naveed Akram pada 2019 terkait hubungannya dengan anggota ISIS yang berbasis di Sydney.Seorang sumber keamanan senior mengatakan, saat itu Naveed—yang masih berusia 18 tahun—menunjukkan “indikasi niat” serta asosiasi yang dianggap mengkhawatirkan. Namun, penyelidikan lanjutan dinilai tidak diperlukan pada waktu itu.Baca juga: Miliarder AS Hadiahi Ahmed El Ahmed Rp 1 M, Pahlawan Penembakan Bondi BeachMenteri Dalam Negeri Australia Tony Burke turut menyatakan bahwa sejak penyelidikan ASIO pada 2019, “Terjadi perubahan radikal dalam profil individu tersebut.”Sebelumnya, ABC juga mengungkap bahwa dua bendera ISIS ditemukan di dalam mobil milik keluarga Akram di Bondi Beach.
(prf/ega)
Penembak Bondi Beach Ternyata Ikut Latihan Militer di Asia Tenggara Sebelum Serangan
2026-01-12 13:38:09
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 14:21
| 2026-01-12 14:19
| 2026-01-12 12:59
| 2026-01-12 12:47
| 2026-01-12 12:08










































