Asal-usul Bangkai Pesawat di Kemang Bogor, dari Lapak yang Sering Disewa Kru Film

2026-02-02 00:28:57
Asal-usul Bangkai Pesawat di Kemang Bogor, dari Lapak yang Sering Disewa Kru Film
BOGOR, - Bagian bangkai pesawat terbang disapu angin puting beliung dan menimpa rumah warga di wilayah Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.Bagian tersebut berasal dari lapak atau gudang bangkai pesawat yang berada tidak jauh dari lokasi.Salah satu pekerja, Anan mengatakan lapak tersebut sudah berdiri kurang lebih 5 tahun terakhir. Di dalamnya, memang terdapat bangkai pesawat dari berbagai jenis yang sudah tidak terpakai dan sengaja dikumpulkan untuk diolah kembali."Sekitar lima tahunan lah, iya (bangkai pesawat) yang rusak," kata Anan saat ditemui Kompas.com di lokasi rumah warga yang tertimpa, Selasa .Kurang lebih, terdapat 40 jenis bangkai pesawat berbagai jenis dan ukuran yang berada di dalam lapak tersebut. Bangkai-bangkai itu diangkut ke lokasi menggunakan truk trailer dalam kondisi yang sudah dipotong menjadi beberapa bagian agar memudahkan proses pengiriman."(Dibawa) pakai trailer, kan yang boeing itu potong tiga, enggak utuh," ungkap Anan menjelaskan teknis kedatangan bangkai pesawat tersebut ke gudang di Kemang.Di dalam lapak, bangkai pesawat dibongkar untuk dicari bagian-bagian yang masih bisa terpakai. Biasanya, material yang diambil adalah komponen interior yang masih layak dipajang atau digunakan kembali sebagai dekorasi unik."Iya dijualin lagi, kayak kursi-kursi. Bukan buat pesawat lagi," jelasnya.Bagian kursi tersebut biasanya dijual kepada pemilik restoran atau pengelola tempat wisata yang mengusung tema pesawat terbang. Minat terhadap furnitur dari komponen asli pesawat ini dinilai cukup tinggi untuk kebutuhan estetika kafe.Baca juga: Terungkap, Asal-Usul Bangkai Pesawat yang Tersapu Angin Beliung di Kemang BogorSelain jual beli furnitur bekas, bagian-bagian bangkai pesawat tersebut juga menjadi ladang bisnis lain. Lapak ini kerap menyewakan bagian bodi maupun interior pesawat untuk keperluan properti pembuatan film atau konten kreatif lainnya."Ada itu, kalau buat film cuma disewa doang kursinya, bodinya. Seakan-akan di dalam pesawat," tutur Anan.Sementara itu, terkait musibah angin puting beliung hingga menerbangkan beberapa bagian pesawat dan menimpa rumah warga, pemilik lapak sudah berkoordinasi dengan pihak desa. Pemilik menyatakan siap melakukan evakuasi serta bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga yang terdampak."Pemilik sudah koordinasi sama desa, intinya tanggungjawab. Namanya musibah ini ya, jangan saling ngotot mengotot. Jadi pada sabar masing-masing yang penting tanggungjawab," kata Anan.Proses evakuasi material pesawat dari atap rumah warga rencananya akan dilakukan sesegera mungkin dengan bantuan tenaga ahli dari bengkel pesawat tersebut agar tidak menimbulkan kerusakan tambahan pada bangunan milik warga.Baca juga: Ternyata Ada Dua Rumah Tertimpa Bangkai Pesawat di Kemang Bogor


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-01 23:02