- Nurvrianto, seorang pemuda asal Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), awalnya menyambung hidup dengan berjualan kebab menggunakan gerobak.Namun, karena punya dua orang anak yang sekarang duduk di kelas 2 dan 6 SD, hasil usaha dari berjualan kebab tersebut tidaklah mencukupi. Apalagi dia harus membayar uang sewa gerobak yang digunakan untuk berdagang.Dia pun berpikir agar hidup keluarga menjadi lebih baik. Di benaknya kemudian muncul pikiran untuk merantau ke Jakarta atau pergi keluar negeri menjadi pekerja migran. Dari sekian angan-angan untuk mengubah nasib tersebut, Nurvrianto akhirnya menjatuhkan pilihan untuk ikut program transmigrasi. Lantas, dia mendaftarkan diri ke dinas transmigrasi setempat dan lolos seleksi bersama 14 kepala keluarga (KK) lainnya. Sebelum ditempatkan di daerah tujuan, ia bersama 14 KK lainnya mendapatkan pembekalan mengenai berbagai hal, seperti cara mengolah tanah, menanam komoditas unggulan, dan tata kelola usaha.Baca juga: Tinjau Pembangunan Mess Patriot, Mentrans: Penguatan SDM Unggul Jadi Kunci Sukses Transformasi Transmigrasi“Motivasi saya ikut transmigrasi ingin menjadi lebih baik. Dengan lahan yang diberikan oleh pemerintah, saya ingin menjadi petani kopi dan cokelat,” ujarnya langsung kepada Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi, di Kota Yogyakarta, Minggu , seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin .Nurvrianto mengaku sudah melihat lokasi penempatan dan membuatnya semakin mantap untuk mengikuti program transmigrasi. Ini karena tanah dan lokasinya cocok dengan bayangannya. Melihat kisah Nurvrianto, Wamentrans Viva mengaku telah memperhatikan para transmigran, termasuk 15 KK transmigran yang berasal dari Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunung Kidul, dan Kota Yogyakarta.Mantan Anggota Komisi IV DPR dua periode itu datang ke kota pelajar untuk melepas keberangkatan 15 KK yang mengikuti program Transmigran Karya Nusa.Baca juga: Di Kuliah Umum Undip, Mentrans Ajak Anak Muda Wujudkan Kawasan Transmigrasi sebagai Pusat Pertumbuhan EkonomiDalam kesempatan itu, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memberangkatan 15 KK yang terdiri dari 51 jiwa.Rinciannya adalah tiga KK dan sembilan jiwa diberangkatkan di lokasi transmigrasi di Torire, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah; serta 12 KK dan 42 jiwa akan ditempatkan di Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat.Para transmigran akan mendapat tanah seluas dua hektar (ha) dan jaminan hidup selama satu tahun. Lebih lanjut, Viva mengatakan, para transmigran akan menjadi petani kopi atau coklat di lokasi yang telah disiapkan. Mereka akan menanam dan mengelola komoditas sesuai karakter masing-masing kawasan transmigrasi.
(prf/ega)
Wamen Viva Yoga Dorong Transmigran Yogyakarta Kembangkan Torire dan Taramanu Tua Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
2026-01-12 00:02:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:43
| 2026-01-11 23:38
| 2026-01-11 22:30
| 2026-01-11 22:03
| 2026-01-11 21:31










































