ACEH UTARA, – PT Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Utara memberlakukan pembebasan kewajiban penggunaan barcode MyPertamina untuk pembelian BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar.Kebijakan ini diterapkan untuk mempercepat pelayanan dan membantu mengurai antrean di lapangan, dan akan berlaku selama masa tanggap darurat bencana di Aceh, yakni dari tanggal 28 November sampai dengan 11 Desember 2025.Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, dalam keterangan tertulisnya, Selasa , mengatakan, keringanan pembelian Jenis BBM Tertentu (JB)T Minyak Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite tanpa penggunaan barcode selama tanggap darurat bencana ditegaskan melalui surat dari Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, sebagai tindak lanjut atas surat permohonan keringanan pengisian BBM bersubsidi dan pembebasan penggunaan barcode yang disampaikan melalui Surat Gubernur Aceh.“Kami berharap kebijakan ini dapat membantu masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah Aceh. Namun demikian, kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM dan LPG secukupnya sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan penimbunan atau penyimpanan BBM dalam jumlah besar di rumah, karena berisiko bagi keselamatan dan dapat mengurangi kesempatan masyarakat lain untuk memperoleh BBM,” ucap Fahrougi.Baca juga: Warga Aceh Tengah Kesulitan BBM, Datangi Kantor Bupati untuk Minta SolusiSampai saat ini, di Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 6 SPBU mengalami kerusakan sarana dan fasilitas, sedangkan di Kabupaten Aceh Timur ada 3 SPBU terdampak banjir dari 12 SPBU yang masih beroperasi.“Untuk kelancaran penyaluran, Pertamina bekerja sama dengan berbagai pihak serta Aparat Penegak Hukum (APH), dan memberikan bantuan BBM untuk pemda dan APH guna keperluan recovery untuk alat berat dan transportasi penanggulangan bencana alam,” kata dia. Sebelumnya, banjir merendam 18 kabupaten/kota di Aceh mengakibatkan ratusan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur lainnya. Hingga kini, sejumlah titik belum bisa diakses.Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh mencatat, data sementara hingga pukul 00.52 WIB hari ini, sebanyak 173 jiwa ditemukan meninggal dunia akibat banjir dan longsor Aceh. Banjir dan longsor yang melanda Aceh sejak Jumat lalu telah berdampak kepada 18 kabupaten/kota se-Aceh. Ia merincikan, dampak dari bencana ini tersebar di 226 kecamatan dan 3.310 Gampong (Desa) se-Aceh.Baca juga: Sempat Lumpuh Total, Akses Jalan Aceh Tamiang – Sumut Berangsur NormalSementara itu, korban luka berat hingga saat ini tercatat sebanyak 403 orang, luka ringan sebanyak 1.435 orang. Adapun 204 orang lainnya dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian.Selanjutnya, fasilitas umum yang ikut terdampak di antaranya perkantoran sebanyak 138 unit, tempat ibadah sebanyak 51 unit, sekolah sebanyak 201 unit, pondok pesantren sebanyak 4 unit. Kemudian, jalan terputus sebanyak 152 ruas. Rumah warga yang terdampak sebanyak 77.049 unit, hewan ternak sebanyak 182 ekor, sawah seluas 139,4 hektare dan kebun seluas 12,012 hektare.
(prf/ega)
Selama Masa Tanggap Darurat, Pembelian Pertalite dan Solar di Aceh Tanpa Barcode
2026-01-12 05:46:40
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:13
| 2026-01-12 05:41
| 2026-01-12 04:30
| 2026-01-12 04:18
| 2026-01-12 03:53










































