Prabowo dan PM Inggris Keir Starmer Gelar Pertemuan Virtual, Bahas Kemitraan Strategis

2026-01-15 04:33:56
Prabowo dan PM Inggris Keir Starmer Gelar Pertemuan Virtual, Bahas Kemitraan Strategis
JAKARTA, - Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer sepakat memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Inggris dalam pertemuan virtual pada Sabtu .Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut pertemuan virtual tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.Baca juga: Gibran Sampaikan Salam dari Prabowo Saat Berpidato di Indonesia-Afrika CEO ForumPertemuan itu juga membuka jalan menuju peluncuran resmi Indonesia-UK Strategic Partnership pada awal tahun mendatang.“Kedua pihak berencana meluncurkan secara resmi Indonesia-UK Strategic Partnership, yang diharapkan menjadi tonggak baru dalam sejarah kerja sama kedua negara,” kata Teddy dalam keterangannya, Sabtu .Teddy menyebut salah satu fokus utama pembahasan adalah sektor maritim. Menurut dia, kedua pemimpin sepakat memperkuat Maritime Partnership Program yang meliputi kolaborasi keamanan laut, pertukaran informasi, dan peningkatan kapasitas penegakan hukum.Selain itu, Prabowo dan Starmer juga membahas percepatan Economic Growth Partnership. Teddy menuturkan bahwa Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia memperluas kolaborasi ekonomi yang mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan jangka panjang.“Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia siap memperluas kolaborasi yang mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ungkap Teddy.Di sektor pendidikan, kata Teddy, PM Starmer menyatakan dukungan penuh terhadap rencana ekspansi kehadiran universitas-universitas terkemuka Inggris di Indonesia.“PM Starmer memberi perhatian terhadap rencana ekspansi kehadiran universitas-universitas terkemuka Inggris di Indonesia dan menyampaikan komitmen pemerintah Inggris untuk menyediakan hingga 10.000 beasiswa bagi pelajar Indonesia,” ucap Teddy.Baca juga: Prabowo Minta Tak Disambut Pelajar di Jalan, Kemendagri Siap Terbitkan SE jika PerluSelain isu bilateral, Prabowo dan Starmer turut membahas perkembangan situasi di Gaza. Keduanya menekankan urgensi pembentukan stabilisation force internasional untuk melindungi warga sipil serta memastikan bantuan kemanusiaan dapat berjalan tanpa hambatan.Teddy menegaskan pertemuan ini menjadi fondasi bagi agenda strategis Indonesia–Inggris pada tahun depan.“Pertemuan virtual tersebut menandai langkah awal penting menuju agenda bersama pada awal tahun mendatang, serta mempertegas komitmen kedua negara untuk membangun kemitraan yang inklusif, visioner, dan saling menguntungkan,” tutur Teddy.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-15 04:18