Adu Fitur Suzuki Burgman Street 125EX Vs Yamaha FreeGo 125

2026-02-02 01:53:18
Adu Fitur Suzuki Burgman Street 125EX Vs Yamaha FreeGo 125
JAKARTA, - Buat yang mencari skutik 125 cc untuk pemakaian sehari-hari, Suzuki Burgman Street 125EX dan Yamaha FreeGo 125 bisa jadi pilihan menarik.Secara harga, kedua motor masih di rentang Rp 20 jutaan. Soal tampilan, memang keduanya tergantung selera, Burgman Street 125EX dengan gaya ala skutik bongsor dan FreeGo 125 lebih ringkas.Kalau membandingkan kedua model dari segi fitur, bisa dikatakan baik Burgman Street 125EX dan FreeGo 125 cukup mumpuni untuk dipakai harian.Baca juga: Skema Kredit Yamaha NMAX Neo, Angsuran mulai Rp 1 Jutaan/FATHAN RADITYASANI Komparasi Yamaha FreeGo 125 vs Suzuki Burgman Street 125EXBurgman Street 125EX dilengkapi fitur seperti kompartemen di bawah jok cukup lega, 21,5 liter. Selain itu ada laci di sisi kiri dengan penutup dengan colokan USB di dalamnya.Fitur lainnya di Burgman Street 125EX adalah windscreen di bodi depan. Meski tidak terlalu tinggi, tapi bisa membelah angin lebih baik daripada tidak ada.Pada sektor mesin, dilengkapi juga dengan Engine Auto Stop-Start (EASS) dan silent Start System Suzuki. EASS bisa mematikan dan menyalakan mesin saat motor diam beberapa detik, lalu silent start system bisa menyalakan mesin minim getaran.Baca juga: Hujan Deras di Jalan? Ini Langkah Aman yang Harus Dilakukan Pengemudi/FATHAN RADITYASANI Komparasi Yamaha FreeGo 125 vs Suzuki Burgman Street 125EXSayang Burgman Street 125EX masih menggunakan anak kunci dengan sistem keamanan magnetic. Instrumen panel Burgman Street 125EX sudah full digital dan multifungsi, banyak informasi yang ditampilkan, dari kecepatan, konsumsi BBM, dan sebagainya.Bicara FreeGo 125, sebenarnya juga disematkan berbagai fitur. Tersemat Smart Motor Generator (SMG), yang membuat proses menyalakan mesin lebih halus, serta Stop & Start System (SSS) yang membuat mesin mati saat motor diam dan menyala kembali ketika gas dipelintir.FreeGo 125 varian Connected juga tidak lagi menggunakan anak kunci, melainkan menggunakan remote alias keyless. Saat ingin berkendara, cukup bawa remote dan motor bisa menyala./FATHAN RADITYASANI Komparasi Yamaha FreeGo 125 vs Suzuki Burgman Street 125EXFitur unggulan dari FreeGo 125 adalah letak tangkinya yang ada di dek, dengan mulut tangki di bodi depan. Penumpang tinggal menekan tombol untuk membukanya, sehingga bagasi di bawah jok menjadi lebih lega, hingga 25 liter.FreeGo 125 varian Connected dilengkapi dengan fitur Y-Connect. Jadi, saat terhubung ke telepon pintar, di layar instrumen bisa muncul notifikasi pesan singkat atau telepon. Kemudian, dekat kenop keyless, terdapat power outlet untuk mengisi daya telepon pintar. Pengendara tinggal menggunakan adaptor, sehingga bisa mengecas sambil motor berjalan, yang sangat praktis.Pada bagian lampu, FreeGo 125 sudah menggunakan LED untuk lampu utama dan dilengkapi aksen DRL berwarna biru. Motor ini juga dilengkapi dengan lampu hazard, yang berfungsi untuk memberitahu orang lain bahwa motor dalam keadaan darurat.Kalau dibandingkan, Burgman Street 125EX dan FreeGo 125 punya fitur unggulan masing-masing. Burgman Street 125EX dengan rasa berkendara yang santai, dapat USB Port, tapi belum keyless dan tidak lampu hazard.Sementara FreeGo unggul dari bagasi yang super lega, sampai 25 liter kapasitasnya. Tapi klaster instrumen minim informasi, untuk isi daya lewat power outlet juga butuh adaptor lagi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-02-02 01:31