Masuk Musim Hujan, Polres dan BPBD Palopo Siagakan Personel Hadapi Ancaman Bencana

2026-01-12 04:56:57
Masuk Musim Hujan, Polres dan BPBD Palopo Siagakan Personel Hadapi Ancaman Bencana
PALOPO, – Sejumlah instansi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring dengan meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir.Wakil Kepala Polres Palopo, Kompol Morens Dannari, menyatakan bahwa pihaknya, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI, Satpol PP, dan unsur relawan, telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif.Langkah ini mencakup pemantauan cuaca dan pemetaan titik rawan bencana.Baca juga: Remaja di Palopo Curi Uang Rp14,6 Juta, Ditangkap Saat Sembunyi di Rumah Paman“Kami sudah melakukan deteksi dini terhadap wilayah yang berpotensi terdampak. Fokus utama kami adalah memastikan personel dan peralatan siap saat dibutuhkan,” kata Morens pada Rabu .Dia menambahkan bahwa Polres Palopo juga menyiagakan satuan personel yang akan bergerak cepat bila terjadi bencana di wilayah hukum Palopo.Koordinasi lintas instansi diakui sebagai kunci agar penanganan darurat berjalan cepat dan terarah."Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan sangat dibutuhkan. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan satu lembaga saja,” ujarnya.Dari hasil pemetaan, sejumlah wilayah di Mungkajang dan Wara Barat ditetapkan sebagai titik rawan longsor, sedangkan kawasan Wara Timur dan Wara Utara sering terdampak pohon tumbang.Baca juga: Brimob yang Terlibat Pengeroyokan di Kafe Palopo Ditangkap, Diserahkan ke SatuannyaDi kawasan dataran rendah seperti Jembatan Cakalang, potensi banjir juga cukup tinggi ketika curah hujan meningkat.Kepala Pelaksana BPBD Kota Palopo, Rachmad, mengungkapkan bahwa seluruh armada dan peralatan tanggap darurat telah disiagakan, termasuk mobil operasional, perahu karet, pompa alkon, chainsaw, serta perlengkapan evakuasi lainnya.“Semua peralatan dalam kondisi siap. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan cepat saat terjadi bencana,” kata Rachmad.BPBD mencatat bahwa sepanjang tahun 2025, telah terjadi tiga kali longsor, 54 kejadian pohon tumbang, serta dua kali banjir dan dua kali angin puting beliung di berbagai wilayah Palopo.Baca juga: Longsor Tutupi Jalan Poros Latuppa, Akses Palopo–Bastem Lumpuh TotalOleh karena itu, masyarakat diminta untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran air tetap lancar.“Warga juga bisa melaporkan pohon yang sudah tua atau miring agar bisa segera dipangkas. Ini langkah sederhana tapi penting untuk mencegah korban,” ujar Rachmad.Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, BPBD dan aparat gabungan menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi juga sebelum tanda-tanda bahaya muncul.


(prf/ega)