WASHINGTON DC, – Dua personel Garda Nasional Amerika Serikat dilaporkan mengalami luka serius dalam insiden penembakan yang terjadi di dekat Gedung Putih, Rabu waktu setempat.Insiden tersebut terjadi di tengah pengetatan pengamanan di Ibu Kota Washington, menyusul kebijakan Presiden Donald Trump yang mengerahkan pasukan militer untuk mengatasi kejahatan jalanan.Direktur FBI, Kash Patel, menyatakan bahwa kedua tentara yang menjadi korban berada dalam kondisi kritis. Ia menyebut bahwa mereka merupakan bagian dari pengerahan militer dalam program anti-kejahatan nasional yang diperintahkan langsung oleh Presiden Trump.Baca juga: Brasil Cemas AS-Venezuela Perang, Lula Mulai Ancang-ancangSempat terjadi kekeliruan informasi sebelumnya dari Gubernur Virginia Barat, Patrick Morrisey, yang mengatakan bahwa kedua tentara tersebut telah tewas. Belakangan, pernyataan itu dikoreksi.Wali Kota Washington, Muriel Bowser, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut merupakan penembakan yang ditargetkan oleh seorang pria bersenjata.“Orang tersebut telah ditahan,” kata Bowser kepada media.Presiden Trump, yang saat kejadian sedang berada di klub golfnya di Florida, menyampaikan pernyataan keras lewat platform media sosialnya, Truth Social. Ia menyebut pelaku sebagai “binatang”.“Tersangka juga terluka parah, tetapi terlepas dari itu, dia akan membayar harga yang sangat mahal,” tulis Trump.Baca juga: Trump Cabut Perlindungan Imigran Myanmar di AS, HRW: Keputusan MengerikanSeorang jurnalis AFP yang berada di sekitar lokasi melaporkan mendengar beberapa suara letusan dan melihat orang-orang berhamburan menyelamatkan diri.“Kami sedang menunggu di lampu lalu lintas, lalu terdengar beberapa tembakan,” ujar Angela Perry (42), seorang pengemudi yang tengah melintas bersama kedua anaknya.“Anda bisa melihat tentara Garda Nasional berlari menuju stasiun metro dengan senjata di tangan,” katanya.Petugas keamanan segera membanjiri area di sekitar stasiun metro Farragut West, hanya dua blok dari Gedung Putih. Helikopter terlihat berputar-putar di atas area pusat kota, sementara petugas bersenjata menjaga garis kuning pengamanan.Reporter AFP juga melihat tim medis darurat bergegas menuju stasiun metro dengan tandu. Tidak lama kemudian, mereka keluar membawa korban yang mengenakan seragam kamuflase dan langsung dimasukkan ke dalam ambulans.Baca juga: Ronaldo dan Musk Jadi Sorotan di Jamuan Makan Malam Trump Bersama Pangeran SaudiSetelah insiden tersebut, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengumumkan penambahan 500 personel Garda Nasional ke wilayah ibu kota, sehingga total menjadi 2.500 pasukan.“Ini hanya akan memperkuat tekad kami untuk memastikan Washington DC menjadi kota yang aman dan indah,” ujarnya.Kebijakan pengerahan militer di kota-kota besar yang dipimpin oleh wali kota dari Partai Demokrat, termasuk Washington, Los Angeles, dan Memphis, telah menimbulkan kontroversi. Sebagian pihak menilai langkah tersebut justru memperburuk situasi.Kamis lalu, seorang hakim federal memutuskan bahwa pengerahan ribuan pasukan Garda Nasional oleh Trump ke ibu kota bertentangan dengan hukum.Mantan Wakil Direktur FBI, Andrew McCabe, menyampaikan kekhawatirannya bahwa tentara Garda Nasional tidak memiliki pelatihan khusus dalam penegakan hukum.Baca juga: AS dan Rusia Gelar Perundingan Damai di UEA, Kyiv-Moskwa Masih Saling Serang, 9 Tewas“Mereka tidak dilatih untuk menghadapi insiden kekerasan jalanan yang melibatkan orang bersenjata. Itu menimbulkan elemen yang sangat tidak terduga dalam situasi ini,” katanya.
(prf/ega)
Penembakan di Dekat Gedung Putih, Pelaku Ditahan, 2 Pasukan Garda Nasional AS Kritis
2026-01-12 06:34:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:20
| 2026-01-12 06:18
| 2026-01-12 06:00
| 2026-01-12 05:48
| 2026-01-12 05:21










































