10 Kebiasaan Kelas Menengah yang Bikin Sulit Kaya

2026-01-11 22:59:12
10 Kebiasaan Kelas Menengah yang Bikin Sulit Kaya
 - Banyak keluarga kelas menengah dengan penghasilan cukup besar tetap hidup dari gaji ke gaji. Pendapatan yang terlihat tinggi tidak otomatis membangun kekayaan jika kebiasaan mengelola uang tidak tepat.Pola keuangan yang dianggap wajar, mulai dari mengandalkan cicilan, memakai kartu kredit untuk menutup gaya hidup, hingga mengira gaji berarti kaya, justru membuat tabungan tidak berkembang. Kebiasaan kelas menengah ini sering berlangsung tanpa disadari.Beragam perilaku sehari-hari itulah yang membuat keluarga kelas menengah kesulitan meningkatkan tabungan dan menciptakan keamanan finansial jangka panjang, meski penghasilannya tergolong baik.Baca juga: Rahasia Portofolio Orang Kaya: Investasi ke 5 Aset UtamaDilansir dari New Trader U, Kamis , berikut 10 kebiasaan keuangan kelas menengah yang bisa menggerus potensi kekayaan, meski penghasilan sudah tergolong besar:Kesalahan umum kelas menengah adalah menyamakan gaji dengan kekayaan. Pendapatan hanyalah uang yang masuk, sementara kekayaan adalah apa yang disimpan.Kenaikan gaji biasanya diikuti lonjakan gaya hidup, seperti pindah ke tempat tinggal lebih mahal, membeli mobil baru, atau menambah langganan layanan. Akibatnya, penghasilan yang bertambah tidak sempat membangun aset.Banyak profesi bergaji tinggi, seperti dokter atau eksekutif, tetap memiliki tabungan minim karena menghabiskan seluruh pendapatan untuk kebutuhan konsumtif.Baca juga: 10 Aturan Finansial yang Jadi Pembeda Orang Kaya dan Kelas MenengahBudaya konsumtif membuat berbagai kebutuhan dibeli lewat utang. Mobil dicicil enam tahun, furnitur dengan promo “tanpa bunga 48 bulan”, ponsel dengan cicilan 24 bulan, hingga liburan melalui kartu kredit.Kebiasaan ini merugikan karena bunga membuat barang menjadi lebih mahal. Selain itu, cicilan bulanan mengurangi ruang untuk menabung atau berinvestasi.Dok. Freepik/drobotdean Mengapa kelas menengah sulit naik kelas? Lima faktor utama ini mengungkap perbedaan pola pikir dan hambatan struktural yang menghalangi mobilitas ekonomi.Banyak orang menilai kemampuan membeli bukan dari harga barang, tetapi dari cicilan bulanan. Mobil 40.000 dollar AS dianggap terjangkau karena “650 dollar per bulan”, atau sofa 3.000 dollar AS menjadi “75 dollar per bulan”.Cara pandang ini menutupi biaya sebenarnya dan membuat penghasilan masa depan terikat pada pengeluaran masa lalu.Tanpa tabungan darurat, pengeluaran tak terduga seperti perbaikan kendaraan atau tagihan medis akhirnya dibayar dengan kartu kredit.Bunga kartu kredit yang mencapai 18–25 persen membuat beban semakin berat. Kurangnya dana darurat menciptakan siklus utang yang sulit diputus.Baca juga: 5 Kebiasaan Minimalis yang Membuat Orang Kaya Semakin KayaKartu kredit sering dipakai untuk membiayai kebutuhan di luar kemampuan, seperti makan di luar, liburan singkat, atau belanja pakaian.Seiring pendapatan naik, gaya hidup pun ikut meningkat, sering kali lebih cepat dari kemampuan finansial.


(prf/ega)