Ada Gangguan, KRL Rangkas Bitung-Tanah Abang Tertahan di Stasiun Kebayoran

2026-01-16 12:18:14
Ada Gangguan, KRL Rangkas Bitung-Tanah Abang Tertahan di Stasiun Kebayoran
Perjalanan KRL rute Rangkas Bitung-Tanah Abang mengalami gangguan. KRL tersebut tertahan di Stasiun Kebayoran. Dilaporkan bahwa KRL tersebut telah tertahan 20 menit di Stasiun Kebayoran.Pantauan detikcom, Selasa (25/11/2025), pukul 07.12 WIB, tampak dua kereta arah Tanah Abang tertahan di Stasiun Kebayoran. Petugas KRL menginformasikan melalui pengeras suara mengenai adanya gangguan."Maaf saat ini kereta Anda belum bisa melanjutkan perjalanan karena ada gangguan," demikian kata petugas tersebut.Sementara itu, KAI Commuter melalui akun X resminya menginformasikan adanya gangguan operasional antara Stasiun Palmerah ke arah Kebayoran. Petugas sedang menangani gangguan tersebut."InfoLintas terdapat gangguan operasional antara Stasiun Palmerah - Kebayoran. Saat ini dalam penanganan petugas. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya," kata KAI Commuter.Berdasarkan pantauan detikcom, tampak KRL telah tertahan sekitar 20 menit. Hingga pukul 07.15 WIB, KRL tersebut masih belum berangkat. Sejumlah penumpang terlihat turun dari KRL. Mereka tampak keluar dari area stasiun dan berganti moda transportasi lain.Situasi di dalam KRL makin padat saat adanya gangguan tersebut. Selain itu, berdasarkan informasi, KRL tujuan Tanah Abang tertahan di Stasiun Sudimara.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-16 11:11