Beri Bantuan Rp 400 Juta, Ahmad Luthfi Minta Percepatan Relokasi dan Recovery Korban Longsor Cilacap

2026-02-01 22:13:29
Beri Bantuan Rp 400 Juta, Ahmad Luthfi Minta Percepatan Relokasi dan Recovery Korban Longsor Cilacap
SEMARANG, - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendesak agar segera dilakukan relokasi dan pemulihan bagi warga korban bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.Permintaan tersebut disampaikan saat Luthfi meninjau lokasi longsor pada Minggu .Adapun longsor menerjang wilayah tersebut pada Kamis . Gubernur Luthfi meminta Bupati Cilacap untuk menyiapkan lahan relokasi, sementara pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memberikan bantuan sebesar Rp 400 juta untuk hunian tetap dan hunian sementara bagi korban terdampak.Baca juga: Pencarian Korban Longsor Cilacap Terkendala Hujan, Pemerintah Modifikasi Cuaca"Yang perlu kita tekankan adalah recovery terkait dengan pascabencana. Ini penting. Bupati sudah menyiapkan 3,5 hektar tanah untuk relokasi, untuk rumahnya kita sudah berikan bantuan Rp 400 juta," ungkap Luthfi dalam keterangan tertulis.Luthfi menekankan bahwa relokasi diperlukan sebagai langkah pencegahan, mengingat potensi longsor susulan masih mungkin terjadi karena terdapat retakan di daerah atas.KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN Anjing pelacak dikerahkan ke lokasi longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu .Dia juga meminta kepada kepala desa, camat, danramil, serta Kapolsek untuk membantu proses relokasi warga yang rumahnya berada di lokasi rawan longsor.Selain itu, Gubernur Luthfi menginstruksikan seluruh stakeholder terkait untuk segera menyiapkan recovery pascabencana, termasuk perhatian terhadap kondisi kesehatan dan psikologis masyarakat, terutama anak-anak yang rentan terhadap trauma pascabencana.Dinas Kesehatan telah diterjunkan dan bekerja sama dengan Dinkes Kabupaten, kepolisian, TNI, serta sejumlah organisasi untuk memberikan pelayanan kepada korban terdampak.Baca juga: Ahmad Luthfi Minta Cilacap Siapkan Lahan 3,5 hektare untuk Relokasi Korban Longsor Cibeunying"Kita koordinasi lintas sektoral, recovery pascabencana kita turunkan dari Dinas Kesehatan dan psikolog untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti trauma healing bagi anak-anak dan kelompok rentan. Dinas pendidikan juga akan diturunkan untuk memastikan anak-anak tetap bisa sekolah. Layanan dasar harus terpenuhi," imbuh Luthfi.Sementara itu, Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Budi Irawan, menyampaikan bahwa program untuk hunian sementara (huntara) atau rumah permanen sudah disiapkan oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan Bupati Cilacap."Bupati untuk menyiapkan lahan, nanti kita bertanggung jawab untuk membangun huntara maupun huntap (hunian tetap). Kami pastikan nanti bangunannya layak," tegasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-01 20:51