800.000 Berstatus Lahan Kritis, Membuat Jawa Barat Semakin Rawan Bencana

2026-01-12 04:00:54
800.000 Berstatus Lahan Kritis, Membuat Jawa Barat Semakin Rawan Bencana
SUMEDANG, - Dari 3 juta hektare lahan di Jawa Barat, sebanyak 800.000 hektare di antaranya merupakan lahan kritis.Kondisi ini, membuat wilayah Jawa Barat makin rawan bencana.Terutama, bencana longsor hingga banjir saat musim penghujan sekarang ini.Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat Dodit Ardian Pancapana mengatakan, untuk meminimalisasi dampak bencana, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran berupa Moratorium Penebangan Pohon di Jawa Barat.Baca juga: Belajar dari Bencana di Sumatera, Dedi Mulyadi Tegaskan Komitmen Konservasi Jawa BaratDodit menuturkan, lahan yang saat ini paling kritis tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Meliputi Cianjur, Sukabumi, Puncak (Bogor), Sumedang dan Garut."Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) kan sudah mengeluarkan Moratorium Perumahan, kami di Dishut juga sudah mengeluarkan Moratorium Penebangan Pohon.""Ini mencegah potensi bencana yang mungkin terjadi, mengingat 800.000 lahan di Jabar ini merupakan lahan kritis," ujar Dodit kepada Kompas.com seusai penanaman bibit pohon yang digagas Polres Sumedang di Gunung Julang, wilayah Pesisir Waduk Jatigede, Sumedang, Selasa .Baca juga: PGE Konsisten Lestarikan Elang Jawa di Kamojang Jawa BaratDodit menuturkan, selain Moratorium Penebangan Pohon, pihaknya juga terus melakukan penanaman pohon.Termasuk mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk terus melakukan upaya penghijauan. Khususnya, di lahan-lahan kritis bekas galian."Maka, kami apresiasi langkah Polres Sumedang, yang hari ini, melakukan penanaman bibit pohon di 60 hektare lahan kritis di wilayah Sumedang. Kami mengajak, seluruh lapisan masyarakat untuk terus melakukan gerakan-gerakan penghijauan seperti ini," tutur Dodit.Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Melanda Jawa Barat 15–21 Desember 2025, Ini Daftar WilayahnyaSementara itu, Kepala Kepolisian Resor Sumedang AKBP Sandityo Mahardika mengatakan, gerakan penghijauan di lahan kritis seluas 60 hektare ini mencakup 6 wilayah kecamatan.Meliputi, Kecamatan Cisitu, Cimalaka, Cibugel, Ujungjaya, Jatinunggal, Surian.Adapun, jenis pohon yang ditanam terdiri dari pohon buah mangga, durian, nangka, aplukat, sukun."Penanaman bibit pohon ini melibatkan petani dan warga desa, warga yang tanam, pelihara sampai nanti buahnya itu bisa dinikmati, dan berhak memanen itu warga yang hari ini menanamnya," ujar Tyo.Baca juga: Ketika Mata Air Dikeramatkan demi Menjaga Konservasi Air di Salatiga..Tyo berharap, penanaman bibit pohon di lahan kritis bekas galian ini tidak hanya sekadar seremonial.Tetapi, menjadi upaya bersama dalam menjaga kelestarian alam dan mencegah terjadinya bencana seperti di wilayah Aceh dan Sumatera."Hasilnya nanti, kalau pohonnya sudah berbuah bisa dinikmati oleh warga Sumedang," tutur Tyo.Di tempat yang sama, Perwakilan Pandawara Group, Rifki Sadulloh mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam."Di sini, kami mendukung penanaman pohon di lahan kritis yang dilakukan Polres Sumedang. Pada intinya, kami di sini turut membantu menyosialisasikan gerakan penghijauan, menjaga alam, menjaga kebersihan lingungan untuk generasi masa depan," kata Rifki. 


(prf/ega)