Google Ubah Aturan Alamat Gmail, Pengguna Akan Lebih Fleksibel

2026-02-02 06:02:41
Google Ubah Aturan Alamat Gmail, Pengguna Akan Lebih Fleksibel
Ringkasan berita: - Selama ini, pengguna Gmail tidak bisa mengganti nama alamat (username) e-mail dengan mudah sesuka hati. Mereka harus membuat e-mail baru apabila ingin mengubahnya. Nah, tampaknya Google akan mengubah aturan soal alamat e-mail di Gmail.Google diketahui tengah melakukan uji coba fitur baru yang memungkinkan pengguna mengganti alamat Gmail mereka tanpa harus membuat akun baru dari awal.Informasi soal uji coba ini pertama kali terungkap melalui dokumentasi dukungan resmi (support documentation) Google India yang diperbarui secara diam-diam. Baca juga: Cara Melampirkan File di Gmail dengan Mudah dan PraktisBerdasarkan uji coba terbatas itu, Google memberi opsi untuk mengubah nama pada alamat Gmail mereka. Sebagai informasi, nama ini terletak di bagian awal alamat Gmail, persis sebelum domain "@gmail.com". Misalnya, e-mail lama adalah "kompastekno12345@gmail.com", maka "kompastekno12345" bisa diubah ke nama lain, seperti "kompastekno54321" atau sebagainya.Adapun perubahan ini disebut hanya bisa dilakukan melalui pengaturan Akun Google (My Account), bukan lewat aplikasi Gmail secara langsung. Artinya, meski nama alamatnya Gmail-nya berubah, pengguna masih akan bisa mengakses keseluruhan isi akun mereka, termasuk file di email, Google Drive, hingga layanan subscription yang aktif.Lewat fitur ini, pengguna juga bisa memperbarui alamat Gmail mereka tanpa harus khawatir akan kehilangan data penting. Dengan begitu, mereka tidak perlu repot mengelola dua akun berbeda atau melakukan proses transfer data secara manual.Walaupun memberi peluang mengganti nama alamat Gmail, fitur ini belum memungkinkan pengguna untuk mengubah domain di luar @gmail.com, atau memakai ulang username yang sudah dimiliki pengguna lain.Google sendiri menegaskan bahwa fitur mengganti nama alamat Gmail memiliki batasan jumlah perubahan. Masing-masing akun disebut hanya bisa mengganti alamat @gmail.com hingga 3 kali, sehingga total alamat yang pernah terhubung ke akun tersebut menjadi empat.Baca juga: Waspada! Ini 4 Tanda Akun Gmail Anda Sudah DiretasKetika pengguna mengganti nama alamat Gmail mereka, akan ada beberapa perubahan yang terjadi pada cara alamat lama dan baru bekerja. Pertama, alamat lama yang berakhiran @gmail.com tidak akan langsung menghilang. Saat pengguna mengubah nama alamat Gmail mereka, maka Google akan secara otomatis menjadikannya sebagai "alias".Kedua, pengguna akan tetap menerima e-mail di kedua alamat, baik alamat lama maupun alamat baru. Semua e-mail yang masuk ke alamat lama bakal diarahkan ke kotak masuk (inbox) yang baru. Ketiga, data akun pengguna tidak berubah. Seperti disinggung di atas, foto, pesan, e-mail lama, maupun file yang tersimpan di layanan Google lain tetap aman dan tidak terpengaruh oleh perubahan nama alamat. 


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-02 04:29