Kata-kata Gerald Vanenburg Jelang Laga Timnas U22 Indonesia Vs Mali

2026-01-16 01:33:56
Kata-kata Gerald Vanenburg Jelang Laga Timnas U22 Indonesia Vs Mali
- Mantan pelatih Timnas U23, Gerald Vanenburg, mengirimkan pesan haru jelang laga Timnas U22 Indonesia vs Mali di FIFA Matchday 2025, Sabtu .Pertandingan FIFA Matchday 2025 antara Timnas U22 Indonesia vs Mali di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.Duel Timnas U22 Indonesia vs Mali menjadi ajang persiapan skuad Garuda Muda yang dinahkodai oleh Indra Sjafri menuju SEA Games 2025.Gerald Vanenburg akhirnya mengutarakan pesan perpisahan kepada publik Indonesia setelah beberapa pekan meninggalkan jabatannya.Baca juga: Indra Sjafri Bakal Pulangkan Pemain Usai Timnas U22 Indonesia Hadapi MaliGerald Vanenburg mulai bekerja untuk PSSI pada Januari 2025 sebagai asisten Patrick Kluivert sebelum kemudian dipercaya memimpin skuad U22.Ia mendapat mandat menangani dua turnamen: ASEAN Cup U-23 2025 dan Kualifikasi Piala Asia U-23 2025.Di ajang ASEAN Cup U-23 2025, performa Garuda Muda cukup solid dengan menembus final sebelum kalah 1-2 dari Vietnam.Meski demikian, lini depan tim dinilai kurang produktif karena hanya mampu mencetak satu gol saat melawan Malaysia, Thailand, dan Vietnam.Masalah serupa berlanjut pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Tampil sebagai tuan rumah, Timnas U22 Indonesia gagal menembus putaran final setelah ditahan imbang 0-0 oleh Laos, tim yang seharusnya bisa ditaklukkan.Hasil itu kontras dengan pencapaian era Shin Tae-yong yang mampu membawa Indonesia sampai semifinal edisi sebelumnya.Situasi kian rumit ketika Patrick Kluivert didepak dari timnas senior usai kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026.Baca juga: Prediksi Timnas U22 Indonesia Vs Mali, Indra Sjafri Siapkan Strategi KhususVanenburg pun ikut dilepas, dan posisi pelatih U22 kini sepenuhnya berada di tangan Indra Sjafri.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pelatih Timnas U23 Indonesia asal Belanda, Gerald Vanenburg.Setelah hampir satu bulan bungkam, Gerald Vanenburg akhirnya mengunggah pesan perpisahan lewat akun Instagram pribadinya.Ia menulis ungkapan terima kasih sekaligus penyesalan karena tak mampu memenuhi target bersama Timnas U22 Indonesia."Ini sudah terjadi beberapa pekan, tapi saya ingin menyampaikan terima kasih yang tulus dari hati saya atas masa yang sangat indah di Indonesia."


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-16 00:44