INACA Sebut Penerbangan 2025 Merosot, Minta “Political Will” Presiden

2026-01-15 11:53:42
INACA Sebut Penerbangan 2025 Merosot, Minta “Political Will” Presiden
JAKARTA, - Indonesia National Air Carriers Association (INACA) melaporkan statistik penerbangan berjadwal dan charter sepanjang 2025 merosot dibanding 2024.Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menyebut jumlah penerbangan di tahun 2025 bahkan belum kembali pulih seperti sebelum dilanda pandemi Covid-19.“Kondisi tersebut tidak bisa diselesaikan secara parsial, tetapi diperlukan political will dari pemerintah untuk menyehatkan industri penerbangan secara menyeluruh,” kata Denon dalam keterangan resminya, Selasa .Baca juga: Danantara Suntik Rp 6,6 Triliun ke Garuda, INACA: Semua Maskapai Ikut Sehat/ ELSA CATRIANA Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadjausai menghadiri Rapat Umum INACA di Jakarta, Kamis . Denon menyebut, penurunan jumlah penerbangan maskapai Tanah Air berdampak pada konektivitas nasional masyarakat dan pengiriman logistik melalui jalur udara tidak maksimal.Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan konektivitas transportasi guna mendorong pertumbuhan perekonomian nasional.Denon mengungkapkan, sejak Januari-September 2025, penumpang penerbangan domestik baru 46,7 juta penumpang, atau hanya 71 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 65,8 juta.INACA memprediksi, hingga akhir 2025 jumlah penumpang domestik belum menyamai 2025, yakni hanya 61,2 juta atau 93 persen.Baca juga: INACA Sebut Industri Penerbangan Bakal Terimbas Efek Domino Tarif Trump“Jika dibandingkan tahun 2019 di mana jumlah penumpang domestik 79,5 juta, maka recovery rate baru 77 persen,” ujar Denon.Sementara, jumlah penumpang penerbangan internasional hingga September baru 29 juta atau 81 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 36 juta orang.INACA memprediksi hingga akhir tahun 2025 penumpang internasional hanya mencapai 96 persen atau 34,7 juta dibanding 2024.SHUTTERSTOCK/ZINAIDASOPINA Ilustrasi harga tiket pesawat. “Jika dibandingkan tahun 2019 di mana jumlah penumpang internasional 37,3 juta, maka recovery rate baru 93 persen,” tutur Denon.Baca juga: INACA Usul Bentuk Dewan Transportasi Indonesia, Apa Fungsinya?INACA juga mencatat penurunan terjadi pada angkutan kargo domestik yang hanya 77 persen atau 418.361 ton dibandingkan 2024 dengan yang mencapai 541.900 ton.Pihaknya memprediksi, hingga akhir tahun 2025 jumlah kargo domestik hanya tembus 521,8 ribu ton atau 96 persen dibanding 2024.“Jika dibandingkan tahun 2019 di mana kargo domestik sebanyak 577.806 ton, maka recovery rate baru 90 persen,” kata dia.Sementara, kargo internasional hanya mengangkut 352.585 ton atau 77 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 459.068 ton.Baca juga: INACA Minta Pemerintah Deregulasi Proses Impor Suku Cadang Pesawat


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-15 10:21