Harga Bawang dan Cabai Melonjak di Indonesia Timur, Mendag Sebut karena Cuaca

2026-01-13 00:17:50
Harga Bawang dan Cabai Melonjak di Indonesia Timur, Mendag Sebut karena Cuaca
JAKARTA, - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim kenaikan harga bawang merah dan cabai merah di kawasan timur Indonesia bukan disebabkan oleh kekurangan produksi, melainkan dipicu oleh cuaca.Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, menyebut pasokan kedua komoditas tersebut aman, bahkan bawang merah diklaim surplus.Namun, faktor distribusi dan kondisi geografis menjadi penyebab utama lonjakan harga kedua komoditas itu.Harga rata-rata nasional bawang merah saat ini berada di Rp 47.600, lebih tinggi dibanding harga acuan pemerintah (HAP) sebesar Rp 41.600.Baca juga: Stok Sembako Aman, Mendag Waspadai Gangguan Distribusi akibat Cuaca Ekstrem Jelang Nataru 2025/2026“Jadi kalau harga rata-rata nasional bawang merah Rp 47.600, harga acuan kan Rp 41.600 tadi disampaikan,” ujar Budi usai rapat koordinasi persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin .“Sebenarnya bawang merah itu surplus. Ini kalau harga rata-rata nasional itu harga rata-rata seluruh Indonesia, kan, jadi ada yang di daerah, misalnya kayak timur, biasanya Papua. Ya, Papua itu kan tinggi sekali, sehingga dibikin rata-rata,” paparnya.Di sentra-sentra besar seperti Jawa dan Sumatera, produksi bawang merah justru diperkirakan meningkat pada Desember.Namun, tantangan utama saat ini ada pada distribusi, yang dapat terhambat akibat cuaca ekstrem di banyak wilayah.Menurutnya, cuaca ekstrem seperti hujan deras, banjir, dan cuaca lainnya berpotensi mengganggu proses distribusi, sehingga dapat mengerek harga pangan. “Yang perlu diantisipasi justru distribusinya, karena cuaca itu memengaruhi pengiriman bawang merah,” beber Budi.Berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), pukul 15.58 WIB, harga bawang merah di seluruh wilayah di Indonesia Timur terkerek naik.Seperti Gorontalo naik 26,33 persen menjadi Rp 52.425 per kilogram (kg), Papua Barat Daya naik 28,77 persen ke Rp 53.438 per kg, Sulawesi Utara naik 29,7 persen menjadi Rp 53.826 per kg.Papua Barat melonjak 31,9 persen ke posisi Rp 54.737 per kg, Maluku Utara melesat 33,1 persen ke level Rp 55.238 per kg, Papua naik 49,29 persen menjadi Rp 61.957 per kg, Papua Selatan naik 55,12 persen ke Rp 64.375 per kg, dan Papua Tengah naik 73,37 persen ke posisi Rp 71.947 per kg.Untuk cabai merah, kondisi tidak jauh berbeda. Budi mencatat tidak ada penurunan produksi komoditas tersebut.Namun, cuaca buruk membuat proses panen tidak bisa dilakukan setiap saat, sehingga pasokan di beberapa titik pasar terganggu.“Cabai itu tidak kekurangan produksi, cuma kemarin karena cuacanya tidak bagus, memanennya saja yang sulit karena hujan. Jadi tadi dicari solusinya supaya cara memanennya bisa lebih efisien, tapi produksinya tidak ada yang turun,” beber Mendag.


(prf/ega)