Banjir Besar Vietnam Tewaskan 55 Orang, Belasan Lainnya Hilang

2026-01-16 14:47:33
Banjir Besar Vietnam Tewaskan 55 Orang, Belasan Lainnya Hilang
Jumlah korban tewas banjir besar selama sepekan di Vietnam bertambah menjadi sedikitnya 55 orang. Belasan orang lainnya dilaporkan masih hilang dengan upaya pencarian masih terus dilakukan tim penyelamat pada Sabtu (22/11) waktu setempat.Hujan deras yang mengguyur wilayah Vietnam bagian tengah dan selatan sejak akhir Oktober lalu, telah memicu beberapa gelombang banjir, yang juga melanda destinasi wisata populer di negara tersebut.Seluruh blok kota pesisir Nha Trang terendam banjir minggu ini, sedangkan tanah longsor mematikan melanda jalur dataran tinggi di sekitar pusat wisata Dalat.Kementerian Lingkungan Hidup Vietnam, seperti dilansir AFP, Sabtu (22/11/2025), mengatakan sedikitnya 55 orang tewas di sebanyak enam provinsi sejak Minggu (16/11) waktu setempat.Pencarian 13 orang lainnya yang dilaporkan hilang, menurut Kementerian Lingkungan Hidup Vietnam, masih berlanjut.Provinsi pegunungan Dak Lak merupakan area yang terdampak paling parah, dengan lebih dari dua lusin korban jiwa ada di wilayah tersebut.Tim penyelamat, berdasarkan laporan media pemerintah Vietnam, masih mengevakuasi orang-orang dari atas pepohonan dan atap rumah saat banjir surut pada Jumat (21/11) waktu setempat. Kementerian Lingkungan Hidup Vietnam juga melaporkan bahwa beberapa ruas jalan raya masih belum dapat dilalui pada Sabtu (22/11) waktu setempat. Sebanyak 300.000 orang masih kehilangan akses terhadap aliran listrik, setelah pemadaman massal yang awalnya berdampak pada lebih dari 1 juta orang.Menurut kantor statistik nasional, rentetan bencana alam telah menyebabkan 279 orang meninggal atau hilang di Vietnam dan memicu kerugian lebih dari US$ 2 miliar antara Januari hingga Oktober.Vietnam merupakan negara yang rentan terhadap hujan lebat antara Juni dan September. Namun para ilmuwan telah mengidentifikasi pola perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia, yang membuat cuaca ekstrem lebih sering terjadi dan semakin destruktif.Lihat juga Video: Kepanikan Warga Rongjiang China saat Banjir Besar Melanda[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-16 14:45