15 WN China yang Diduga Serang Prajurit TNI di Kawasan Tambang Emas Ketapang Diamankan Imigrasi

2026-01-13 07:00:55
15 WN China yang Diduga Serang Prajurit TNI di Kawasan Tambang Emas Ketapang Diamankan Imigrasi
KETAPANG, – Kantor Imigrasi Ketapang mengamankan 15 warga negara China yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap lima personel TNI dan satu warga sipil di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Kasi Tikim) Kantor Imigrasi Ketapang, Ida Bagus Putu Widia Kusuma, menyatakan bahwa seluruh WNA tersebut sedang menjalani pemeriksaan terkait legalitas keberadaan dan aktivitas keimigrasian mereka di Indonesia.“Mereka telah dibawa ke Kantor Imigrasi Ketapang,” kata Ida Bagus kepada wartawan, Selasa .Ida Bagus menjelaskan bahwa pemeriksaan masih berlangsung untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran keimigrasian yang dilakukan oleh para WNA tersebut.Baca juga: 15 WN China Diduga Mengamuk dan Serang Prajurit TNI di Tambang Emas Ketapang“Terkait proses keimigrasian, saat ini masih kami lakukan pemeriksaan. Apakah ada pelanggaran atau tidak, masih dalam pendalaman,” ujarnya.Imigrasi mengungkapkan bahwa 15 WNA China itu memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang disponsori oleh perusahaan PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM).KITAS merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan bagi WNA untuk tinggal sementara di Indonesia dengan tujuan tertentu, seperti bekerja, menempuh pendidikan, berinvestasi, atau menikah dengan Warga Negara Indonesia (WNI).KITAS memberikan legalitas serta perlindungan hukum bagi WNA selama masa izin berlaku, yang umumnya berkisar antara 6 bulan hingga 2 tahun dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan.Insiden penyerangan terjadi saat lima anggota TNI yang tengah melaksanakan kegiatan Latihan Dalam Satuan (LDS) di area PT SRM, bersama satu petugas pengamanan sipil perusahaan, diserang.Baca juga: PT SRM Bantah WNA China Serang TNI di Ketapang, Pertanyakan Ada Aparat di Kawasan TambangDalam kejadian tersebut, satu unit mobil perusahaan dan sepeda motor milik karyawan PT SRM mengalami kerusakan.Para WNA asal China diduga membawa senjata tajam dan airsoft gun saat melakukan aksi penyerangan.Dugaan sementara menyebutkan bahwa insiden bermula ketika empat WNA China menerbangkan drone di kawasan tambang PT SRM.Saat aparat dan petugas keamanan berupaya mengejar serta meminta klarifikasi terkait penerbangan drone tersebut, sebelas WNA China lainnya datang ke lokasi dengan membawa senjata tajam dan diduga langsung melakukan penyerangan.Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, mengatakan bahwa pihak kepolisian saat ini masih melakukan klarifikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendalami peristiwa tersebut.Baca juga: 15 WN China Diduga Mengamuk dan Serang Prajurit TNI di Tambang Emas Ketapang“Sementara kami masih melakukan proses klarifikasi dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk menindaklanjuti pendataan terhadap WNA yang diduga melakukan penyerangan,” kata Harris saat dihubungi Kompas.com, Senin .Harris menambahkan bahwa jajaran Polsek Tumbang Titi telah melakukan langkah awal di lokasi kejadian sejak Minggu .Hingga saat ini, belum ditemukan adanya korban jiwa, dan situasi di sekitar area tambang terpantau kondusif.“Sampai saat ini tidak ada korban jiwa dan situasi tetap aman serta kondusif,” tegas Harris.


(prf/ega)