Ibu Prada Lucky Kecewa Danyon 834/WM Enggan Bersalaman: “Anda Punya Hati dari Batu?”

2026-01-11 22:55:52
Ibu Prada Lucky Kecewa Danyon 834/WM Enggan Bersalaman: “Anda Punya Hati dari Batu?”
KUPANG, - Ibu kandung Prada Lucky Namo, Sepriana Paulina Mirpey, kesal dengan sikap Komandan Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM), Letnan Kolonel Infanteri Justik Handinata.Sepriana kecewa karena Justik yang dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus kematian Prada Lucky Namo di Pengadilan Militer III-15 Kupang, Senin , enggan bersalaman dengannya.Sepriana bahkan duduk di depan ruang saksi sambil meminta Justik segera keluar dari ruangan yang dikunci dari dalam, untuk bersalaman dengan dia."Kami menunggu hanya untuk pegang tangan. Ternyata komandan batalion egonya seperti ini," kata Sepriana sambil menangis."Kasih keluar Danyon, saya hanya mau omong dengan dia. Anak saya mati di batalion yang dia pimpin, dia mau selamatkan pangkat, jabatan, dan harga diri. Dia biarkan anak saya disiksa berhari-hari. Kasih keluar dia tu. Hadapi saya di sini," ujar Sepriana.Baca juga: LPSK Dampingi Saksi dalam Kasus Kematian Prada Lucky di NTTSepriana kesal. Sebab, sebagai pimpinan tertinggi di Batalyon, Letkol Justik tidak bisa menyelamatkan Lucky dari siksaan para seniornya.Dia juga menyebut, Justik tahu jalan cerita Lucky dianiaya para seniornya."Hei komandan batalion. Hadapi saya, ibu kandungnya Lucky. Saya sudah terlalu emosi ini. Anda sudah tahu kejadian semua sampai anak saya disiksa sampai di rumah sakit. Anda punya hati dari batu kah? Anda punya ibu atau tidak Danyon?" kata Sepriana.Karena tak ada tanggapan dari Justik, Sepriana bersama keluarganya lalu berjalan menuju ke ruang belakang Pengadilan Militer III-15 Kupang.Adapun Justik keluar dari dalam ruang saksi dan berjalan menuju mobil jenis Daihatsu Xenia yang tertutup kaca, keluar dari pengadilan.Baca juga: Fakta Baru Sidang Prada Lucky, Perintah Komandan Kompi Tak Digubris hingga Penganiayaan BerlanjutPrada Lucky Chepril Saputra Namo (23), prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas di Batalion TP 834 Waka Nga Mere, meninggal dunia pada Rabu , setelah diduga dianiaya oleh para seniornya.Sebelum meninggal, Lucky dirawat intensif di Unit Perawatan Intensif (ICU) RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 21/Komodo, Letkol Inf Agus Ariyanto membenarkan kematian prajurit tersebut.Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mengatakan, sebanyak 20 personel TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, termasuk seorang perwira.


(prf/ega)