Viral Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil di Pondok Indah, Pelaku Diburu Polisi

2026-01-17 06:11:52
Viral Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil di Pondok Indah, Pelaku Diburu Polisi
JAKARTA, - Sebuah video yang memperlihatkan aksi pencurian dengan modus pecah kaca mobil terjadi di parkiran Core & Court Padel, Jalan Metro Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, beredar di media sosial.Dalam video rekaman CCTV yang diunggah akun @cilandakupdate, Sabtu , pencurian itu disebut terjadi pada Jumat malam.Mulanya, dua orang yang berboncengan sepeda motor tampak mendekati halaman parkir Core & Court Padel.Baca juga: BGN Sesalkan Kasus 50 Siswa di Bogor Diduga Keracunan MBG, Janji Lakukan InvestigasiSalah satu dari mereka turun dan langsung mendekati sebuah mobil berwarna hitam yang terparkir.Sebuah kiriman dibagikan oleh INFO CILANDAK & JAGAKARSA (@cilandakupdate)Pelaku itu kemudian terlihat mendekati pintu belakang mobil dan menjalankan aksinya, sedangkan satu orang lainnya menunggu di atas sepeda motor.Tak lama kemudian, pelaku yang mendekati pintu belakang mobil sudah membawa dua tas yang diambil dari dalam mobil tersebut.Setelah mendapatkan barang curian, pelaku bergegas menuju rekannya, lalu keduanya melarikan diri meninggalkan lokasi.Saat pemilik memeriksa kendaraannya, ditemukan kaca belakang mobil dalam kondisi pecah, dengan serpihan kaca berhamburan di jok.Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Harnas Prihandito mengatakan, pihaknya sudah melakukan penanganan.Baca juga: Penanganan Kasus Dugaan Pelecehan Karyawan Transjakarta Dinilai Sudah Proporsional"Sudah kami tangani, dan sudah ada titik terang pelaku," ujar Harnas saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu."(Pelaku) Terus kita cari," imbuhnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-17 04:26