3 Formasi yang Dibutuhkan dalam Seleksi PPPK BGN 2025, Syarat S1 Semua Jurusan

2026-01-14 12:09:33
3 Formasi yang Dibutuhkan dalam Seleksi PPPK BGN 2025, Syarat S1 Semua Jurusan
- Badan Gizi Nasioal (BGN) membuka lowongan kerja Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Lingkungan Badan Gizi Nasional Tahun Anggaran 2025Jumlah alokasi kebutuhan PPPK Badan Gizi Nasional 2025 adalah sebanyak 32.000 formasi yang terdiri dari 31.250 formasi khusus dan 750 formasi umum.Adapun jadwal pendaftaran PPPK BGN 2025 telah dibuka sejak 5 Desember 2025 dan berlangsung sampai 10 Desember 2025.Untuk link pendaftaran PPPK BGN 2025 dapat dilakukan secara online melalui situs sscasn.bkn.go.id.Baca juga: Cara Daftar PPPK Badan Gizi Nasional 2025, Lengkap dengan Berkas PersyaratannyaDikutip dari laman resmi Badan Gizi Nasional, berikut daftar formasi yang dibuka dalam seleksi pendaftaran PPPK BGN 2025:1. Penata Layanan Operasional (formasi khusus)Baca juga: Pendaftaran PPPK Badan Gizi Nasional 2025: Formasi, Syarat, dan Cara Daftar2. Penata Layanan Operasional (formasi umum)3. Pengelola Layanan Operasional (formasi umum)Baca juga: BGN Buka Peluang Rekrut Lulusan Gizi dan Bidang Pangan untuk Dukung Program MBGbgn.go.id Pendaftaran seleksi PPPK Badan Gizi Nasional 2025.Berikut kriteria dan syarat pendaftaran PPPK BGN 2025:Baca juga: Dapur MBG di Bandung Barat Diduga Dikuasai Satu Pihak, BGN: Tidak Boleh DimonopoliUntuk formasi umum, pelamar yang memiliki pengalaman kerja sesuai bidang yang dilamar dibuktikan dengan surat pengalaman kerja.Atau pelamar yang berstatus aktif bekerja di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dibuktikan dengan Surat Keputusan Penempatan yang ditandatangani oleh Kepala BGN.Sementara untuk formasi khusus, pelamar merupakan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia yang dibuktikan dengan Sertifikat Manajerial.Atau Surat Keterangan Aktif Bekerja paling rendah dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, bagi pelamar yang memiliki pengalaman bekerja di BGN.Baca juga: Dana MBG Bandung Barat Lenyap Rp 1 Miliar, BGN Laporkan ke Mabes PolriBerikut adalah jadwal seleksi pengadaan PPPK BGN 2025:Baca juga: BGN Akan Belajar pada India untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan MBGBaca juga: Ada Duit Rp 5 Juta dari BGN untuk Pembuat Konten Positif MBG, Apa Syaratnya?Jadwal sewaktu-waktu dapat berubah sesuai dengan arahan Panselnas. Agar pelamar memastikan setiap waktu pada website www.bgn.go.id.Waspada penipuan, segala proses seleksi penerimaan PPPK Badan Gizi Nasional Tahun 2025 tidak dipungut biaya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-14 11:24