Terkait Kasus Penebangan dan Pengarapan Kawasan di Pangalengan, Dedi Mulyadi Minta Aparat Harus Usut Aktor Utama

2026-02-02 14:08:50
Terkait Kasus Penebangan dan Pengarapan Kawasan di Pangalengan, Dedi Mulyadi Minta Aparat Harus Usut Aktor Utama
BANDUNG, — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada pekerja lapangan saja dalam menangani kasus penebangan atau perusakan kebun teh di wilayah Pangalengan, Kabupaten Bandung.Harusnya pengusutan dilanjutkan dan menyasar pada aktor utama yang diduga bertanggung jawab atas aktivitas ini. Untuk penanganan kasus ini menjadi kewenangan dari Polda Jawa Barat dan Blai Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum). Baca juga: Penurunan Muka Tanah di Bandung Raya Capai 12 Cm per Tahun, Wilayah Ini Paling Terdampak"Namun harapan saya, penindakan jangan berhenti hanya pada pekerja lapangan. Harus dicari siapa aktor utama yang bertanggung jawab,” di jumpai di Perkebunan Teh Malabar, Block Pahlawan, Kecamatan Pangalengan, Selasa .Menurut Dedi, penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dan objektif, dengan tetap berpegang pada alat bukti yang dimiliki aparat penegak hukum.Ia menilai, pengungkapan aktor utama menjadi kunci agar kasus serupa tidak terus berulang di kemudian hari.Baca juga: Kinerja Farhan Selama 9 Bulan Dikritik Para Guru Besar di Bandung, Justru Masih Disayang“Tentu semua itu bergantung pada alat bukti yang dimiliki aparat penegak hukum,” ujarnya.Sebelumnya, upaya pengalihan lahan kebun teh menjadi sayuran kembali terjadi di Kecamatan Pangalengan.Titik perkebunan teh Malabar, Block Pahlawan, menjadi salah satu yang dirusak.Pengrusakan itu sempat memancing aksi demonstasi sejumlah pekerja perkebunan teh dan viral di sosial media instagram, beberapa waktu lalu.Baca juga: Bencana Alam Jadi Tantangan Pengamanan Natal-Tahun Baru di Kabupaten BandungPeristiwa tersebut bukan kali pertama terjadi, sebelumnya pada 22 April 2025 lalu, sejumlah pekerja pekebunan teh melakukan aksi serupa.Diketahui, aksi demontrasi itu dilakukan oleh Serikat Pekerja Perkebunan teh Korwil Cinyiruan dan Kertasari.Mereka sepakat menolak upaya pengalihan itu, kemudian melakukan unjuk rasa di pabrik teh Malabar untuk menuntut proteksi dari PTPN dan upaya tegas dalam menghentikan penyerobotan kebun teh.Baca juga: Bencana Alam Jadi Tantangan Pengamanan Natal-Tahun Baru di Kabupaten BandungMeski kepolisian sudah menangkap sejumlah pelaku pengrusakan, untuk mencegah terjadinya aktivitas ilegal lanjutan, pemerintah juga telah menyiagakan pos pengamanan di lokasi yang terdampak.Pos tersebut disiapkan guna menjaga kawasan agar tetap aman serta mencegah masuknya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hotel bintang lima di Jakarta ini menawarkan promo bersantap malam (dinner) dan menginap spesial Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.Tersedia promo buffet makan malam Natal 24 Desember 2025 dan Hari Natal 25 Desember 2025 dengan harga Rp 450.000 per orang.Ada menu family set dengan minimum jumlah lima orang tamu. Kami bisa buatkan family set dadri appetizer sampai dessert, kata Anton ketika ditemui Kompas.com usai acara Christmas Tree Lighting Ceremony di Hotel Sultan, Jumat malam.Baca juga: Pilihan Hotel Strategis di Malaysia, Bisa Jalan Kaki ke Bukit Bintang dan KLCCSelanjutnya, promo menginap di Hotel Sultan dibanderol mulai Rp 2,7 juta net per malam. Tarif ini berlaku untuk tipe kamar Deluxe dan sudah termasuk sarapan untuk dua orang.Bila ingin menikmati paket menginap, sarapan, dan Gala Dinner di Kudus Hall Hotel Sultan untuk dua orang, tamu perlu merogoh kocek sebesar Rp 3,8 jutaan per malam.Ada potongan harga 15 persen untuk tamu yang melakukan reservasi sebelum tanggal 16 Desember 2025. Setelah itu, harganya normal, pungkas AntonBagi pengunjung yang ingin bersantap malam sambil menghitung mundur kemeriahan malam tahun baru tanpa menginap, tersedia opsi Gala Dinner di Kudus Hall seharga Rp 750.000 net per orang.Baca juga: Deretan Hotel Peraih Michelin Key 2025 di Asia, Ada dari IndonesiaHotel Sultan atau The Sultan Hotel & Residence Jakarta termasuk hotel mewah pada zamannya. Hotel bintang lima ini berlokasi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.Anton menyebut, Hotel Sultan merupakan hotel terbesar di Jakarta dengan luas area sekitar 13,5 hektare. Saat ini, terdapat 708 kamar di Hotel Sultan dengan delapan tipe, yakni Deluxe Room, Grand Deluxe, Premiere Deluxe, Executive Room, Garden Suite, Garden Alcove, Lagoon Suite, dan Presidential Suite.Tarif menginap di Hotel Sultan berkisar Rp 1,4 jutaan per malam untuk Deluxe Room hingga Rp 125 jutaan per malam untuk tipe Presidential Suite dengan luas kamar 800 meter persegi.Selain kamar hotel, Hotel Sultan juga menawarkan akomodasi lain (residence) yang terdiri dari apartemen dengan dua dan tiga kamar.Tarifnya berkisar mulai Rp 2,8 jutaan per malam. Akomodasi ini dilengkapi dengan fasilitas berupa kolam renang dan pusat kebugaran terpisah dari hotel.Baca juga: Hotel di Garut Pemandangan 3 Gunung, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

| 2026-02-02 13:35