- Perjalanan berkonsep mewah alias luxury travel nyatanya tidak hanya perkara pilihan hotel berbintang yang ditempati, ataupun canggihnya jet yang ditumpangi.Angeline Tang, Account Manager, Member Relations North and South East Asia Virtuoso, jaringan global terkemuka yang fokus pada luxury travel dan pengalaman perjalanan eksklusif mengatakan, hal yang kerap dicari oleh turis saat luxury travel yaitu pengalaman otentik."Lebih banyak pengalaman, bagaimana turis langsung berinteraksi dengan masyarakat lokal. Mereka merasakan pengalaman berwisata ke tempat yang tidak biasa, dan memberikan pengalaman bermakna kepada mereka."Baca juga: Menjelajahi Pasar Lokal dan Supermarket Jadi Tren Baru Liburan, Tertarik Coba?Pernyataan tersebut disampaikan oleh Angeline saat ditemui dalam acara Smailing Tour X Virtuoso di Jakarta Pusat, Senin .Contoh sederhana kata Angelina, turis asal Eropa kerap datang ke Asia saat musim dingin karena mereka menghadapi musim tersebut setiap tahun. Sehingga, turis Eropa mencari suasana baru, seperti musim panas ke destinasi lain, seperti Asia.Kata Angeline, perbedaan mendasar antara kegiatan berwisata biasa dengan berwisata dengan konsep mewah, atau luxury travel, tidak hanya pada pilihan destinasi.Tetapi juga pada apa yang dilakukan atau apa yang akan diperoleh oleh turis di destinasi tersebut."Misalnya saat saya berkunjung ke Sri Lanka, kami pergi ke tempat-tempat yang beda. Kami melakukan hal yang para travellers lakukan, seperti memanjat tebing, yang membedakan adalah kami langsung berinteraksi dengan komunitas lokal," katanya.Baca juga: Tren Pariwisata Dunia Bergeser, Gen Z Makin Doyan Liburan Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Account Manager, Member Relations North and South East Asia Virtuoso, Angeline Tang, dalam acara Smailing Tour X Virtuoso di Jakarta Pusat, Senin . Di sana, lanjut Angeline, ia berkunjung ke tempat pembuatan gerabah yang sangat tradisional.Katanya, dengan kunjungan turis ke tempat-tempat tersebut, diharapkan dapat mengenalkan daya tarik wisata lokal kepada wisatawan internasional.Serta, dengan kunjungan turis ke sana, mereka belajar tentang budaya setempat, belajar cara masyarakat lokal hidup, diharapkan bisa berdampak baik terhadap destinasi tersebut, termasuk dari segi bisnis.Baca juga: Tren Wisata Ramah Lingkungan Meningkat, Didominasi Gen Z dan MilenialKonsep luxury travel, menurut Angeline, merujuk kepada aspek waktu dan kesempatan."Saya rasa belakangan ini waktu adalah sesuatu yang mewah. Jika kamu punya waktu, itu akan membuka lebih banyak kesempatan untuk kamu bisa pergi kemanapun," katanya.Referensi seseorang mengenai perjalanan, khususnya luxury travel, kata Angeline, tentu berbeda-beda. Hal ini bergantung pada wisata pengalaman yang diinginkan.Baca juga: Mengenal Sleep Tourism, Wisata Tidur yang Diprediksi Jadi Tren 2025Maka dari itu, melalui luxury travel, katanya, seseorang bisa merencanakan perjalanan dengan lebih leluasa. Mulai dari perencanaan bujet, waktu, hingga destinasi yang akan dituju.
(prf/ega)
Bukan Hotel atau Jet Mewah, Ternyata Hal Ini yang Dicari Turis saat Luxury Travel
2026-01-12 03:48:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:36
| 2026-01-12 02:24
| 2026-01-12 01:58
| 2026-01-12 01:51
| 2026-01-12 01:39










































