Jaringan Kantor Cabang BTN di Medan dan Aceh Dibuka Kembali

2026-01-14 01:15:05
Jaringan Kantor Cabang BTN di Medan dan Aceh Dibuka Kembali
JAKARTA, - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) kembali membuka layanan operasional sejumlah jaringan kantor di Kota Medan dan Provinsi Aceh setelah kondisi cuaca di kedua wilayah tersebut berangsur membaik.Berdasarkan laporan resmi BMKG dan pemantauan lapangan, aliran listrik, jaringan komunikasi, dan akses jalan telah pulih sehingga operasional kantor dapat dijalankan kembali secara aman.Corporate Secretary BTN Ramon Armando menyampaikan, pembukaan kembali kantor-kantor tersebut dilakukan setelah proses asesmen keselamatan, pemeriksaan fasilitas gedung, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat setempat dinyatakan aman untuk operasional normal.Baca juga: BTN Turun Langsung Salurkan Bantuan Rp 2 Miliar untuk Korban Banjir PadangFREEPIK/PCH.VECTOR Ilustrasi bank.“Setelah memastikan kondisi di Medan dan Aceh kembali kondusif serta seluruh aspek keselamatan terpenuhi, BTN kembali membuka layanan di sejumlah outlet yang sebelumnya terdampak banjir. Kami berterima kasih kepada nasabah atas kesabaran dan pengertian selama masa penutupan sementara,” ujar Ramon dalam siaran pers, Selasa .Berdasarkan pemulihan kondisi yang signifikan sejak 28 November 2025, BTN membuka kembali layanan pada jaringan kantor sebagai berikut, mulai 1 Desember 2025.Ramon menegaskan, seluruh outlet tersebut telah melalui proses pengecekan kondisi bangunan, peralatan operasional, jaringan listrik, sistem komunikasi, kesiapan pegawai, serta keamanan lingkungan kantor sebelum kembali dibuka.Baca juga: BTN Gandeng HKBP Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sumatera


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-14 00:52