7 Cara Sederhana Belajar Bahasa Inggris agar Lebih Efektif

2026-01-14 01:44:12
7 Cara Sederhana Belajar Bahasa Inggris agar Lebih Efektif
- Banyak siswa menganggap bahasa Inggris sebagai pelajaran yang sulit.Mereka sudah membaca buku, menghafal kosakata, dan mengerjakan latihan, tetapi tetap merasa kesulitan saat harus memahami percakapan atau menyusun kalimat.Masalahnya sering kali bukan pada usaha, melainkan pada cara belajar yang digunakan.Jika siswa memakai strategi yang lebih tepat, belajar bahasa Inggris bisa terasa lebih ringan dan hasilnya pun lebih terlihat.Baca juga: Kumpulan 50 Soal SAS Bahasa Inggris Kelas 5 Kurikulum MerdekaDilansir dari English Express, berikut tujuh cara sederhana yang bisa membantu siswa belajar bahasa Inggris dengan lebih efektif.Saat siswa hanya menghafal arti kata, mereka sering kebingungan ketika harus menggunakannya dalam kalimat.Karena itu, siswa sebaiknya mempelajari kata dalam bentuk frasa atau kalimat sederhana.Dengan cara ini, siswa bisa langsung melihat bagaimana sebuah kata dipakai dalam konteks.Otak juga lebih mudah mengingat kosakata yang muncul dalam kalimat utuh dibandingkan daftar kata.Buku pelajaran membantu memahami aturan bahasa, tetapi kemampuan berbahasa tidak bisa berkembang jika siswa hanya membaca.Untuk melatih pemahaman dan pengucapan, siswa perlu banyak mendengarkan bahasa Inggris.Siswa bisa mendengarkan video, lagu, atau percakapan sederhana.Dari kebiasaan ini, mereka akan mulai mengenali pola kalimat, intonasi, dan kosakata baru tanpa harus menghafal secara sadar.Sebelum belajar lebih jauh, siswa perlu tahu sejauh mana kemampuan bahasa Inggris yang mereka miliki.Dengan memahami kemampuan diri, siswa bisa memilih materi yang sesuai dan tidak terlalu berat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-14 01:40