Sidang Pembunuhan Brigadir Nurhadi, Jaksa Perlihatkan Rekaman CCTV di Klinik Warna

2026-01-12 16:57:11
Sidang Pembunuhan Brigadir Nurhadi, Jaksa Perlihatkan Rekaman CCTV di Klinik Warna
MATARAM, - Jaksa Penuntut Umum menayangkan rekaman CCTV di Klinik Warna Medika, Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam sidang kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nurhadi.Melalui rekaman CCTV itu, diperlihatkan saat-saat korban Brigadir Nurhadi dibawa ke Klinik Warna Medika pada hari kejadian, hingga korban dinyatakan meninggal dunia pada 16 April 2025.Selain rekaman CCTV, jaksa juga menampilkan sejumlah foto di Villa Tekek The Beach House Resort yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP).Baca juga: Keluarga Almarhum Brigadir Nurhadi Ajukan Restitusi Senilai Rp 771 JutaSebanyak empat orang saksi dihadirkan dalam sidang dengan agenda pembuktian yang digelar di ruang sidang utama PN Mataram pada Senin .Saksi tersebut adalah dua orang dokter, satu orang perawat dan seorang cleaning service yang ada di Klinik Warna Medika Gili Trawangan. Saat kejadian, Klinik Warna menerima laporan terkait orang tenggelam di Villa Tekek The Beach of Resort Gili Trawangan.Dokter Lingga bersama Rendi (perawat klinik) dibantu Doni (cleaning service) langsung menuju The Beach House Resort.Baca juga: Momen Istri Brigadir Nurhadi Menangis Saat Bersaksi di PersidanganSetibanya di lokasi, petugas medis masuk ke Villa Tekek melihat korban Brigadir Nurhadi sudah tergeletak di pinggir kolam hanya mengenakan celana kolor. Petugas lalu memeriksa denyut nadi, memeriksa pupil mata pasien, dan memberikan pertolongan pertama. "Dari pemeriksaan pupil korban atau pasien saya sangat-sangat minim, saya langsung berikan RJP tekanan pada dada secara bergantian," kata Lingga. Setelah beberapa waktu melakukan pertolongan pertama tetap tidak ada respons dari korban, petugas lalu memasang alat untuk mendeteksi detak jantung pasien. "Setelah terpasang itu tidak ada sama sekali digambarkan pada monitor kami kalau ada detak jantung. Saat itu saya minta untuk memastikan kondisi pasien untuk dikirimkan ke klinik kami dibantu lima orang staf hotel," kata dokter Lingga. Guna pemeriksaan lebih lanjut, korban lalu dibawa ke Klinik Warna dengan menggunakan Cidomo.Setibanya di Klinik Warna, dokter Rambu yang saat itu berjaga langsung memeriksa kondisi pasien dengan memasang alat untuk memeriksa denyut jantung.Namun, hasilnya sama, tidak ada denyut jantung dan pasien dinyatakan meninggal dunia. 


(prf/ega)