Banjir Ekstrem akibat Lelehan Gletser Diprediksi Lebih Mematikan

2026-02-05 09:01:32
Banjir Ekstrem akibat Lelehan Gletser Diprediksi Lebih Mematikan
- Banjir ekstrem yang disebabkan air lelehan gletser diprediksi akan menyebabkan lebih banyak kematian secara global, menurut penelitian dari University of Dundee di Skotlandia.Air lelehan gletser mengendap di cekungan alami di bentang alam yang ditinggalkan oleh gletser saat mencair. Air tersebut tertahan oleh endapan lumpur, pasir, dan kerikil yang ditinggalkan oleh gletser.Baca juga:Sayangnya, air yang terbendung dan membentuk danau glasial tersebut tidak stabil dan dapat mengakibatkan banjir di hilir ketika melemah atau jebol. Hal ini bisa membahayakan masyarakat dan infrastruktur di hilir."Kita masih punya waktu untuk bertindak mencegah hal ini, tapi kita harus bertindak cepat," ucap pakar glasiologi dan bahaya geologi dari University of Dundee, Dr. Simon Cook, dilansir dari Independent.co.uk, Senin .Diterbitkan di jurnal Nature Communications, studi ini mendokumentasikan peningkatan tajam dalam frekuensi peristiwa-peristiwa tersebut sejak tahun 1980-an. Dok. Freepik/wirestock Banjir akibat lelehan gletser diprediksi akan makin sering dan memicu lebih banyak kematian global seiring pemanasan iklim.Terjadi peningkatan 5,2 banjir bandang danau gletser (Glofs atau glacial lake outburst floods) per tahun dari tahun 1981 sampai 1990, menjadi 15,2 Glofs per tahun dari tahun 2011 sampai 2020.Glofs adalah istilah teknis untuk banjir bandang yang terjadi ketika bendungan alami danau gletser jebol.Tim peneliti lainnya yang dipimpin oleh pakar dari Chinese Academy of Sciences juga melakukan penelitian serupa dengan mempelajari citra satelit dan catatan dokumenter selama 120 tahun untuk mengidentifikasi 609 insiden jebolnya danau glasial dan menyebabkan banjir.Selama periode 1900-2020, 400 kejadian telah diidentifikasi dan dicatat yang kemudian meningkat menjadi 609.Lebih dari 100 kejadian Glof yang tercatat menyebabkan kerusakan di hilir, dan telah terjadi lebih dari 13.000 kematian secara global, dengan jumlah banjir yang merusak tertinggi terjadi di wilayah pegunungan dan dataran tinggi di Asia, serta wilayah Andes tropis.Baca juga:


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-05 07:26