Hari Bahasa Arab Sedunia 18 Desember: Ini Sejarah dan Temanya di 2025

2026-01-12 14:30:32
Hari Bahasa Arab Sedunia 18 Desember: Ini Sejarah dan Temanya di 2025
— Setiap 18 Desember, dunia memperingati Hari Bahasa Arab Sedunia. Di balik satu hari peringatan ini, tersimpan perjalanan panjang sebuah bahasa yang telah menjadi medium ilmu pengetahuan, agama, diplomasi, dan peradaban lintas benua selama berabad-abad.Bahasa Arab bukan sekadar alat komunikasi bagi ratusan juta penuturnya. Ia adalah bahasa yang merekam sejarah, membentuk identitas, dan terus beradaptasi di tengah perubahan zaman, termasuk di era digital dan kecerdasan buatan.Baca juga: Mengapa 18 Desember Diperingati sebagai Hari Migran Internasional?Melansir dari laman UNESCO, penetapan Hari Bahasa Arab Sedunia berakar pada keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 18 Desember 1973, ketika bahasa Arab secara resmi diadopsi sebagai bahasa keenam PBB, sejajar dengan Inggris, Perancis, Spanyol, Rusia, dan Mandarin.Keputusan ini menandai pengakuan internasional terhadap peran strategis bahasa Arab dalam diplomasi global dan komunikasi multilateral. Hampir empat dekade kemudian, UNESCO secara resmi menetapkan 18 Desember sebagai Hari Bahasa Arab Sedunia sejak 2012, sebagai bagian dari upaya mempromosikan multilingualisme dan kesetaraan bahasa di tingkat global.Penetapan tersebut tidak hanya bersifat simbolik. UNESCO menempatkan bahasa sebagai pilar penting dalam dialog antarbudaya, pertukaran pengetahuan, dan pembangunan sosial yang inklusif.Baca juga: Sejarah SEA Games, dari SEAP Games hingga Edisi ke-33 di BangkokBahasa Arab memiliki posisi unik dalam sejarah manusia. Dengan lebih dari 400 juta penutur dan status resmi di hampir 25 negara, bahasa ini menjadi salah satu bahasa paling berpengaruh di dunia.Dalam lintasan sejarah, bahasa Arab berperan besar dalam zaman keemasan peradaban Islam, ketika karya-karya filsafat Yunani, ilmu kedokteran, matematika, astronomi, dan sastra diterjemahkan, dikembangkan, dan diwariskan ke dunia Barat.Bahasa Arab juga memiliki peran sentral dalam Islam sebagai bahasa Al-Quran, menjadikannya bahasa ibadah bagi sekitar 1,5 hingga 1,8 miliar umat Muslim di seluruh dunia, baik di Arab maupun di luar Arab. Namun, pengaruh bahasa Arab tidak terbatas pada ranah keagamaan. Selama berabad-abad, aksara Arab diadaptasi ke berbagai bahasa lain seperti Persia, Ottoman Turki, Urdu, dan Pashto, menandakan daya jangkau kultural yang luas.UNESCO memperkenalkan Hari Bahasa Arab Sedunia sebagai bagian dari visi besarnya dalam mengelola transformasi sosial berbasis bukti. Bahasa dipandang sebagai instrumen utama untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam akses pendidikan, informasi, dan partisipasi publik.Dalam berbagai perayaan tahunan, UNESCO menyoroti bahasa Arab sebagai jembatan antarperadaban, sarana dialog, dan medium pertukaran gagasan lintas budaya. 


(prf/ega)