Ada Atau Tidaknya Status Bencana Nasional, TNI AD Tegaskan Tetap “All Out” di Lapangan

2026-01-11 22:18:30
Ada Atau Tidaknya Status Bencana Nasional, TNI AD Tegaskan Tetap “All Out” di Lapangan
JAKARTA, - TNI Angkatan Darat (AD) menegaskan bahwa para prajuritnya tetap bekerja maksimal dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar)Terlepas dari ada atau tidaknya penetapan status bencana nasional untuk ketiga provinsi tersebut.Hal ini disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono saat menanggapi desakan sejumlah pihak agar pemerintah segera menetapkan status bencana nasional untuk ketiga provinsi tersebut.Baca juga: Banjir-Longsor di Sumatera, Apa Saja yang Sudah Dilakukan Pemerintah?Donny mengatakan, domain untuk menetapkan status bencana nasional merupakan kewenangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).“Perlu kita pahami bersama bahwa penetapan status bencana nasional merupakan kewenangan pemerintah melalui BNPB, tentunya didasarkan parameter-parameter yang sudah diatur dalam regulasi yang ada,” kata Donny kepada Kompas.com, Minggu .Donny menjelaskan bahwa TNI AD tidak berada pada posisi untuk menilai atau menentukan status bencana nasional.Namun, ia memastikan bahwa satuan dari TNI bergerak cepat begitu laporan bencana masuk.Satuan-satuan teritorial langsung melaksanakan langkah-langkah tanggap darurat, mulai dari evakuasi warga, pencarian korban, pendirian posko dan dapur lapangan, dukungan kesehatan, hingga pengerahan alat berat serta peralatan SAR sesuai kebutuhan.Baca juga: Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang RusakDonny bilang, TNI AD mengedepankan prinsip “all out for humanitarian assistance” dalam pengerahan sumber daya.Skala keterlibatan personel dan peralatan disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan, bukan menunggu penetapan status tertentu.Koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda), BNPB/BPBD, Basarnas, dan Polri juga terus dilakukan agar evakuasi korban dan distribusi bantuan berjalan efektif.Baca juga: Akses Terputus, Bantuan Logistik ke Lokasi Banjir Sumatera Dikirim pakai HelikopterDi sisi lain, Donny memahami pentingnya transparansi publik dalam situasi bencana. Oleh karena itu, TNI AD siap memperkuat penyampaian informasi melalui dokumentasi dan visual kegiatan prajurit di lapangan, sehingga masyarakat dapat melihat langsung proses penanganan.“Apapun statusnya, prajurit TNI AD akan terus bersama rakyat di garis depan penanggulangan bencana. Itu bagian dari tugas pokok kami dalam operasi militer selain perang,” kata Donny.Sebagai informasi, berdasarkan data BNPB, hingga Sabtu , total korban meninggal dunia mencapai 303 orang, sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.


(prf/ega)