Detik-detik Daryana Selamat dari Longsor Cilacap, Istri dan Dua Anak Tewas Tertimbun

2026-02-04 23:29:51
Detik-detik Daryana Selamat dari Longsor Cilacap, Istri dan Dua Anak Tewas Tertimbun
– Suara gemuruh dari atas bukit pada Kamis malam menjadi awal tragedi longsor yang menewaskan istri dan dua anak Daryana, warga Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.Meski sempat berteriak memberi peringatan, longsor datang terlalu cepat.Daryana, satu-satunya korban selamat dari keluarganya, menceritakan detik-detik peristiwa memilukan tersebut. Ia baru tiba di rumah setelah mengikuti tahlilan ketika mendengar suara keras dari lereng bukit tepat di belakang permukiman.“Saya langsung teriak memperingatkan istri untuk keluar menyelamatkan diri, tapi tanah longsor tiba-tiba sudah sampai ke rumah,” ujar Daryana, Jumat .Baca juga: Dimulai, Modifikasi Cuaca di Lokasi Longsor Cibeunying Cilacap Hantaman material tanah dan lumpur menerjang deras, menyapu hampir seluruh bangunan rumah. Daryana terseret sekitar 15 meter dan tubuh bagian kirinya terkubur lumpur.Beruntung, kepalanya tetap berada di atas permukaan sehingga ia masih bisa bernapas.“Istri saya ada di rumah. Anak saya, Maya dan Julia sedang di rumah kakeknya, Rislam,” katanya dengan suara lirih.Sebelum longsor terjadi, Daryana sempat mengecek kondisi tebing dan menemukan retakan sepanjang sekitar empat meter.Ia membayangkan tanah itu berpotensi longsor, namun tidak menyangka akan mencapai area permukiman. Karena itu, ia sudah berulang kali mengingatkan keluarganya.“Kalau ada bunyi gemuruh, harus segera lari melarikan diri,” demikian pesan yang ia sampaikan kepada keluarganya.Baca juga: Korban Longsor Cibeunying Cilacap Mulai Teridentifikasi, TIm DVI Ungkap Kendala UtamaPada malam kejadian, putrinya, Maya, kebetulan sedang berada di rumah kakeknya, Rislam, bersama sepupunya, Julia.Menurut kesaksian warga, Rislam sempat memeluk erat kedua cucunya ketika longsor mulai menghantam rumah mereka.Hingga proses evakuasi pada Jumat, tiga korban meninggal dari keluarga Daryana ditemukan: istrinya, Yuni; putrinya, Maya; serta Julia, sepupunya.Suasana duka menyelimuti Desa Cibeunying. Sementara itu, Daryana masih menjalani perawatan medis sekaligus pendampingan keluarga atas trauma mendalam yang ia alami.KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN Petugas menyingkirkan material longsor menggunakan alkon di di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu .Operasi pencarian korban longsor Majenang terus dilakukan hingga Minggu . Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhamad Abdullah, mengatakan pencarian kini difokuskan pada empat titik kerja.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-04 23:33