Sempat Kena Debu Proyek Tol Yogya-Solo, Pembelajaran di SD Nglarang Sleman Berjalan Normal

2026-01-13 05:53:01
Sempat Kena Debu Proyek Tol Yogya-Solo, Pembelajaran di SD Nglarang Sleman Berjalan Normal
YOGYAKARTA, - SDN Nglarang, Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman menjadi salah satu sekolah yang terdampak pembangunan proyek jalan Tol Yogya-Solo paket 2.2.Proses pembangunan gedung baru untuk sekolah tersebut belum dapat dilakukan karena masih dalam proses izin lahan pengganti.Meski begitu, kegiatan belajar mengajar di SDN Nglarang berjalan normal meski bangunan sekolah harus berdampingan dengan gundukan tanah untuk jalan tol.Pantauan Kompas.com, jalan tol Yogya-Solo tampak memanjang tepat berada di sisi utara SDN Nglarang. Tidak tampak lagi adanya aktivitas pengerjaan proyek di sekitar lokasi.Aktivitas belajar mengajar di SDN Nglarang pun terlihat normal. Para siswa tampak mengikuti pelajaran di dalam ruang kelas.Baca juga: Terdampak Tol Yogya-Solo, Proses Relokasi SDN Nglarang Terkendala Perizinan"Untuk sekarang aktivitas belajar mengajar normal, tidak ada masalah. Sudah tidak berdebu," ujar Kepala Sekolah Dasar Negeri Nglarang, Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman Sutarti saat ditemui Kompas.com, Selasa .Sutarti menyampaikan saat ini sudah tidak ada aktivitas pengerjaan proyek jalan tol di sekitar sekolahnya. "Sekarang sudah aman, kan di sini sudah tidak ada proses pengerjaan (jalan tol) lagi," ucapnya.Diceritakan Sutarti pada saat awal-awal pengerjaan proyek jalan tol memang sekitar sekolah kondisinya berdebu. Jika ada alat berat beroperasi, juga terasa ada getaran.Dampak tersebut sempat menyebabkan beberapa siswa mengalami batuk. Ada juga murid yang sampai izin tidak masuk karena sakit."Yang kemarin pas mengerjaan anak sering batuk itu karena debu itu. Ya ada (yang izin tidak masuk karena sakit), tapi (jumlah yang tidak masuk sekolah) wajar aja," ucapnya.Baca juga: Wali Murid SD di Sleman Tolak Relokasi: Stop Jadikan Anak Kami Tumbal Proyek TolSaat terimbas debu tersebut, pihak sekolah berinisiatif menyediakan masker untuk para siswa dan guru. Harapanya, dengan mengenakan masker dapat melindungi siswa dan guru dari dampak debu.Selain itu, Sutarti sebagai kepala sekolah juga selalu berkoordinasi dengan pihak kontraktor jalan tol.Dari koordinasi itu, disepakati pada saat ujian, pengerjaan jalan tol dilakukan setelah pulang sekolah.Termasuk proses pengerjaan menggunakan alat berat juga dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar selesai.


(prf/ega)