JAKARTA, - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, sebagian besar mobilitas masyarakat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, dengan Jawa Barat sebagai daerah asal terbesar dan Jawa Tengah menjadi tujuan utama pergerakan masyarakat.Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sebanyak 42,01 persen penduduk Indonesia atau sekitar 119,5 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan selama periode Nataru.Angka tersebut meningkat 2,71 persen dibandingkan Nataru tahun sebelumnya, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pada akhir tahun.Baca juga: Airlangga Usul WFA di 29-30 Desember 2025 Demi Genjot Mobilitas dan Konsumsi di NataruDudy menjelaskan, Jawa Barat menjadi provinsi asal pergerakan terbesar dengan estimasi 20,26 juta orang, disusul oleh Jawa Timur dan Jawa Tengah."Tujuan perjalanan didominasi oleh provinsi Jawa Tengah sebesar 20,23 juta orang, diikuti oleh Jawa Timur dan Jawa Barat," ujarnya saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden pada Senin .Dari total masyarakat yang bepergian, sekitar 21,28 persen atau 60,53 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan pada dua momentum sekaligus, yakni saat perayaan Natal dan Tahun Baru.Di wilayah aglomerasi Jabodetabek, Kabupaten Bogor di Jawa Barat masih menjadi destinasi favorit dengan perkiraan 2,83 juta pergerakan, baik yang berasal dari dalam maupun luar Jabodetabek.Selain itu, sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa seperti Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung juga menjadi tujuan perjalanan dalam jumlah signifikan.Meski tidak masuk dalam 10 besar hasil survei, Dudy menegaskan, pihaknya tetap mencermati wilayah dengan karakteristik perayaan Natal yang kuat, seperti Maluku, Papua, dan Kalimantan Barat, guna memastikan kelancaran layanan transportasi.Dari sisi moda transportasi, mobil pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat.Sebanyak 51,12 juta orang atau 42,79 persen responden memilih menggunakan kendaraan pribadi, diikuti oleh moda transportasi umum lainnya.Adapun puncak arus keberangkatan diperkirakan terjadi pada 24 Desember 2025, sementara puncak arus balik diproyeksikan pada 2 Januari 2026.Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, Kemenhub telah menyiapkan pengaturan di sejumlah simpul transportasi utama yang diperkirakan menjadi titik terpadat selama periode Nataru.Salah satunya dengan memberikan perhatian kepada jalur penyeberangan Lintas Barat yaitu Merak-Bakauheni, di mana Kemenhub menyiapkan empat titik penyeberangan untuk mengurai kemacetan yang diperkirakan akan terjadi pada jalur Lintas Barat.Demikian juga pada jalur Lintas Timur, Kemenhub menyiapkan tiga titik penyeberangan sebagaimana yang diantisipasi untuk mencegah terjadinya kemacetan maupun penumpukan penumpang pada jalur Lintas Timur.Baca juga: Lapor ke Prabowo, Menhub Sebut 119,5 Juta Orang Bakal Berpergian Saat Libur Nataru 2025/2026
(prf/ega)
119,5 Juta Orang Bakal Berpergian Saat Libur Nataru, Mayoritas Menuju Jawa Tengah
2026-01-12 07:37:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 08:21
| 2026-01-12 07:49
| 2026-01-12 07:06
| 2026-01-12 05:38










































