JAKARTA, - Penjabat (Pj) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Zulfa Mustofa ingin konflik soal posisi kepemimpinan organisasinya berakhir usai penetapan dirinya dalam rapat pleno di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa malam.“Saya berharap dengan ditunjuknya saya dalam forum pleno ini sebagai Pejabat Ketua Umum, ketidakpastian itu selesai,” ujar Zulfa usai rapat pleno.Baca juga: Pj Ketum PBNU Zulfa Mustofa Tak Mau Ikut Konflik Internal: Mari BersatuZulfa mengatakan, rapat pleno dihadiri oleh tokoh-tokoh penting PBNU.Hal ini menunjukkan keseriusan seluruh pihak untuk kembali bersatu dan memperbaiki organisasi.“Kita lihat di sini hadir semua tokoh-tokoh besar. Rais Aam kita lengkap ditemani dua Wakil Rais Aam. Beliau ini adalah, saya menyebutnya ‘Tri Tunggal’ yang sangat hebat, yang sangat tegar sekali memutuskan apa yang beliau putuskan sampai pada malam hari ini. Kemudian saya ditetapkan sebagai Pejabat Ketua Umum,” katanya.Baca juga: Zulfa Mustofa Jadi Pj Ketum PBNU via Rapat PlenoDalam kesempatan itu, Zulfa juga menyinggung hadirnya para perwakilan keluarga besar NU dan unsur pengurus dari berbagai wilayah.“Di sini juga hadir, sebagaimana rekan-rekan pers lihat, saksikan: Hadir putri pendiri Nahdlatul Ulama… Tentu hadirin semua bisa lihat, rekan-rekan pers, sangat banyak, saya tidak bisa menyebut satu persatu namanya,” ujar Zulfa.“Ini menunjukkan, selain juga PWNU-PWNU yang hadir duduk di depan ini, bahwa kami semua bertekad, bertekad sungguh-sungguh untuk bersatu. Untuk melanjutkan khidmah jam'iyah di abad keduanya,” sambungnya.Baca juga: Kubu Gus Yahya Tegaskan Rapat Pleno PBNU Tak Sah, Mayoritas Pengurus Pilih Ikuti Seruan Kiai SepuhZulfa pun turut mengungkap rekomendasi yang muncul dalam rapat pleno.Salah satunya usulan penyelenggaraan acara besar di Gelora Bung Karno (GBK) pada 31 Januari 2026 mendatang.“Insyaallah nanti pada tanggal 31 Januari, sebagaimana diusulkan tadi dalam rekomendasi oleh Ibu Dr Khofifah Indar Parawansa, kita akan membuat acara besar di GBK. Dan itu menunjukkan betapa Nahdlatul Ulama sudah kembali pulih normal,” ungkap Zulfa.Lebih lanjut, Zulfa berjanji akan menjalankan amanah sebagai Pj Ketua Umum PBNU hingga muktamar mendatang dengan penuh integritas sebagai santri.“Saya akan, saya berjanji, saya akan menjalankan amanah ini seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, seikhlas-ikhlasnya, dan sesantun-santunnya menjaga keadaban sebagai santri. Karena Tanfidziyah adalah santri. Saya bukan siapa-siapa, saya santri daripada Rais Aam, dan juga santri Syuriyah PBNU,” pungkasnya.Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebelumnya mengatakan dirinya masih sah sebagai Ketua Umum PBNU.Dia pun menegaskan bahwa rapat pleno dengan agenda penetapan Pj Ketum tidak memenuhi ketentuan organisasi.“Ini sendiri kan secara aturan tidak bisa disebut pleno,” ujar Yahya.Menurut dia, pleno tidak boleh hanya digelar oleh jajaran Syuriyah tanpa melibatkan Tanfidziyah.“Yang mengundang hanya Syuriyah, ini tidak bisa, karena harus, pleno itu harus diundang oleh Syuriyah dan Tanfidziyah,” jelasnya.
(prf/ega)
Terpilih Jadi Pj Ketum PBNU, Zulfa Mustofa Harap Konflik Selesai
2026-01-12 05:30:49
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:09
| 2026-01-12 05:04
| 2026-01-12 04:48
| 2026-01-12 04:14
| 2026-01-12 03:02










































