SEMARANG, – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan perkembangan terbaru mengenai penyaluran bantuan sosial (bansos) dan program pengentasan kemiskinan.Dalam pernyataannya, ia mengeklaim program graduasi kemiskinan yang dilaksanakan pemerintah tahun ini mengeluarkan lebih dari 70.000 keluarga dari status penerima bansos atau status kemiskinan.Graduasi kemiskinan tersebut diupayakan melalui program bansos dan program pengentasan kemiskinan lainnya dari pemerintah. Salah satunya pemberdayaan ekonomi. “Target tahun depan di atas 300.000 keluarga. Mudah-mudahan tercapai kalau kita kerja bersama dan bersinergi,” kata Gus Ipul, sapaan Saifullah, saat menghadiri rapat koordinasi pengelolaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kompleks Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, pada Selasa .Baca juga: 1,9 Juta KPM Tidak Layak Terima Bansos, Mensos: Ada yang Dapat hingga 18 TahunMenurutnya, penyaluran bansos tepat sasaran bisa menurunkan angka kemiskinan dan mengubah status ekonomi keluarga.Dia menambahkan ke depannya perbaikan data akan menjadi prioritas agar penyaluran bansos tepat sasaran.Gus Ipul menegaskan pentingnya perbaikan data, transformasi sistem bantuan, dan sinergi lintas sektor agar penyaluran bantuan dan pemberdayaan sosial lebih tepat sasaran.Penyaluran bansos akan difokuskan pada kelompok rentan dari desil 1–4.Pemerintah menargetkan percepatan graduasi kemiskinan dengan mendorong keluarga dari penerima bansos menjadi kelompok berdaya, dengan target sekitar 300.000 kelompok penerima manfaat (KPM) pada 2026.Kemensos terus melibatkan keluarga miskin untuk mendapat pelatihan keterampilan agar mereka lebih berdaya dan memiliki kemandirian ekonomi."Target kita tahun depan 350.000 KPM. Mereka lebih berdaya, mereka dapat program-program pemberdayaan bukan dapat bansos lagi," lanjut Gus Ipul.Lebih lanjut, Gus Ipul menambahkan bahwa perubahan status penerima bansos dapat terlihat dari pemutakhiran data.Gus Ipul mengingatkan pentingnya untuk terus memperbarui DTSEN, mengingat kondisi penduduk selalu berubah dengan sangat dinamis.“Ada orang yang sebelumnya dapat, kemudian tidak lagi karena disebut inclusion error, misalnya sudah naik kelas. Sebaliknya, ada yang belum dapat tapi dalam tiga bulan kemudian bisa menerima,” jelasnya.Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa dengan proses verifikasi secara berkala, pelaksanaan program bantuan dan subsidi sosial dapat disalurkan lebih tepat sasaran.Baca juga: Mensos Cabut 600.000 Penerima Bansos Terlibat Judi Online, 200.000 Ajukan Reaktivasi“Dulu memang ada data yang menunjukkan 45 persen penerima tidak tepat sasaran. Itu yang sekarang kita perbaiki. Penyaluran dilakukan setiap tiga bulan sekali berdasarkan data terbaru,” ujarnya.Gus Ipul juga menambahkan bahwa jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah yang mendapat intervensi program bansos mencapai sekitar 1,5 juta keluarga penerima manfaat (KPM).Angka tersebut mencakup penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
(prf/ega)
Mensos Targetkan Tahun Depan 300.000 Warga Miskin Dapat Keluar dari Status Miskin
2026-01-12 15:36:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 16:04
| 2026-01-12 14:39
| 2026-01-12 14:26
| 2026-01-12 14:14
| 2026-01-12 14:10










































