China Kirim Drone ke Kepulauan Senkaku, Konflik Lama dengan Jepang Terulang

2026-01-12 16:09:08
China Kirim Drone ke Kepulauan Senkaku, Konflik Lama dengan Jepang Terulang
- Ketegangan antara Tokyo dan Beijing kembali memanas setelah China mengerahkan kapal penjaga pantai ke perairan Kepulauan Senkaku.Situasi makin tegang ketika Beijing juga menerbangkan drone militernya di wilayah terpencil Jepang.Langkah ini muncul tidak lama setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan bahwa Jepang mungkin merespons secara militer jika Beijing melancarkan invasi terhadap Taiwan.Penjaga Pantai China menyebut operasi di sekitar Senkaku (wilayah yang diklaim China sebagai Kepulauan Diaoyu) sebagai patroli penegakan hak dan kepentingan."Formasi kapal Penjaga Pantai China 1307 melakukan patroli di perairan teritorial Kepulauan Diaoyu. Ini adalah operasi patroli yang sah yang dilakukan oleh Penjaga Pantai China untuk menegakkan hak dan kepentingannya," demikian pernyataan tersebut sebagaimana dikutip dari Aljazeera, Minggu .Aktivitas serupa sebenarnya pernah terjadi, tetapi kali ini muncul di tengah memanasnya hubungan diplomatik setelah Takaichi menyampaikan pernyataannya di parlemen.Baca juga: Hubungan Memanas, China Larang Warganya Pergi ke JepangAktivitas China di sekitar Senkaku ini bukanlah yang pertama.Sebenarnya, ini adalah bagian dari perselisihan yang telah berlangsung lama atas kedaulatan pulau-pulau tak berpenghuni di Laut ChinaTimur.Dirangkum dari UNISCI Discussion Papper edisi Mei 2013, sengketa ini rumit karena dilatarbelakangi oleh kepentingan ekonomi seperti minyak, gas, dan perikanan, serta isu keamanan dan keluhan sejarah.Masing-masing pihak memiliki dasar klaim yang berbeda.Jepang mendasarkan klaimnya pada hukum internasional modern. Mereka menyatakan telah menganeksasi pulau-pulau itu pada tahun 1895 sebagai wilayah tak bertuan (terra nullius) dan terus menjalankan kontrol efektif sejak saat itu.Sebaliknya, China berpegang pada catatan sejarah dan berargumen telah menemukan dan menggunakan pulau-pulau yang mereka sebut Diaoyu sejak Dinasti Ming.China menganggap wilayah kepulauan ini sebagai bagian dari Taiwan, yang diduduki secara ilegal oleh Jepang selama perang 1894-1895.Menariknya, selama beberapa dekade, kedua negara sebenarnya memiliki pemahaman tak tertulis untuk "mengesampingkan" masalah sengketa kepulauan tak berpenghuni ini.Pada era 1970-an, saat normalisasi hubungan, disepakati agar sengketa ini diserahkan kepada generasi mendatang yang mungkin lebih bijak.


(prf/ega)