Hari Keempat, Pelatih Valencia CF dan 2 Anaknya Masih Hilang di Labuan Bajo

2026-01-15 18:06:25
Hari Keempat, Pelatih Valencia CF dan 2 Anaknya Masih Hilang di Labuan Bajo
Tim SAR gabungan baru menemukan satu jenazah korban kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara tiga korban lainnya masih hilang tenggelam.Korban yang tenggelam tersebut adalah satu keluarga wisatawan asal Spanyol. Tiga korban yang belum ditemukan adalah pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras, dan dua anak laki-lakinya.Sedangkan, satu jenazah yang ditemukan hari ini adalah anak perempuan Martin. Adapun istri dan satu anak perempuan Martin lainnya selamat dalam insiden nahas tersebut."Tim SAR gabungan dalam pencarian ini sudah dilaksanakan di hari keempat, satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal pada pukul 06.05 Wita," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, di Labuan Bajo, dilansir detikBali, Senin (30/12/2025) malam.Jenazah perempuan itu awalnya ditemukan oleh nelayan di perairan Pulau Serai, sekitar satu mil laut dari lokasi kapal tenggelam. Jasad anak Martin itu kemudian dievakuasi ke RSUD Komodo di Labuan Bajo untuk diidentifikasi."Setelah identifikasi, memang benar itu adalah salah satu dari korban KM Putri Sakinah yang mengalami tenggelam," jelas Fathur."Jadi, korban masih pencarian sebanyak tiga orang," tambahnya.Baca selengkapnya di sini.Simak juga Video 'Pelatih Valencia-3 Anaknya Meninggal dalam Kecelakaan Kapal di Labuan Bajo':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-15 17:26