Maling Motor Berpistol di Tangerang Ditangkap, Sempat Ancam Tembak Polisi

2026-02-01 02:13:59
Maling Motor Berpistol di Tangerang Ditangkap, Sempat Ancam Tembak Polisi
Satreskrim Polresta Tangerang menangkap dua pria berinisial IS dan MY, diduga maling motor yang kerap beraksi di wilayah Kabupaten Tangerang. Kedua pelaku membawa senjata api untuk menakuti korbannya."Dari tangan kedua tersangka, kami amankan satu pucuk senjata api dan enam unit motor diduga hasil kejahatan," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, dalam keterangannya, Rabu .Kedua pelaku terakhir kali beraksi di Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Selasa . Dalam aksi itu, keduanya berhasil menggondol motor korban.Petugas lalu melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku. Salah seorang pelaku sempat menodongkan senjata api ke arah petugas saat hendak ditangkap. Beruntung, senjata api macet sehingga gagal meletus."Beruntung, peluru tidak meledak sehingga petugas dapat melumpuhkan pelaku tanpa korban jiwa," ujarnya.Berdasarkan penyelidikan, para pelaku sudah melakukan aksi pencurian di 12 lokasi di Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.Mereka beraksi dengan modus membobol pintu atau jendela rumah, kemudian merusak kunci kontak kendaraan menggunakan kunci leter T.Kasat Reskrim Kompol Septa Badoyo menambahkan keduanya merupakan residivis kasus serupa. Adapun menurut pengakuan tersangka, senjata api rakitan itu dibeli seharga Rp 4 juta per pucuk."Bukan hanya curanmor, tapi tindak pidana lainnya juga," tuturnya.Kepada petugas, para mengaku travel dilanjutkan kapal laut untuk sampai di Banten. Mereka mengelabui petugas dengan memasukkan pistol itu ke dalam buah pepaya."Senpi tidak dikirim, tapi dibawa langsung oleh para pelaku," imbuhnya.Saat ini keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Karena ulahnya, mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata api tanpa hak dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Tonton juga video "Maling Santuy Saat Curi Motor di Depok, Polisi Selidiki"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-01 01:15