Gus Yahya: Saya Tidak Bisa Diberhentikan Kecuali Lewat Muktamar

2026-01-12 07:10:35
Gus Yahya: Saya Tidak Bisa Diberhentikan Kecuali Lewat Muktamar
JAKARTA, - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan dirinya tidak bisa diberhentikan melalui surat edaran, kecuali melalui forum muktamar.Gus Yahya menyampaikan itu usai beredar surat edaran yang menyatakan bahwa dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketum PBNU, dan posisinya digantikan oleh Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar."Saya sebagai mandataris tidak mungkin bisa diberhentikan kecuali (lewat) muktamar," tegas Gus Yahya di Jakarta, melansir Kompas TV, Rabu .Baca juga: Miftachul Akhyar Pimpin PBNU Usai Gus Yahya Tak Jabat KetumIa juga menegaskan menolak permintaan mundur yang sebelumnya menjadi salah satu keputusan yang tertuang dalam risalah rapat harian Rais Syuriyah PBNU yang dikeluarkan pada 20 November 2025."Saya diminta mundur dan saya menolak mundur. Saya menyatakan tidak akan mundur dan saya tidak akan bisa diberhentikan kecuali melalui muktamar," tegasnya.Sebelumnya, berdasarkan Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025, Gus Yahya disebut tidak lagi memiliki wewenang dan hak untuk menggunakan atribut, fasilitas, dan/atau hal-hal yang melekat kepada jabatan Ketua Umum PBNU maupun bertindak untuk dan atas nama Perkumpulan Nahdlatul Ulama terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.Baca juga: Beredar Surat Gus Yahya Tak Lagi Berstatus Ketum PBNU Per 26 November"Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada butir 2 di atas, maka KH. Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB," tulis surat edaran tersebut.


(prf/ega)