5 Film Natal Legendaris yang Tak Lekang oleh Waktu

2026-02-05 12:58:56
5 Film Natal Legendaris yang Tak Lekang oleh Waktu
- Liburan Natal rasanya kurang lengkap tanpa tradisi menonton film bersama keluarga.Meski setiap tahun bermunculan film-film baru, ada sederet judul film lawas yang seolah memiliki "sihir" tersendiri dalam memikat hati penonton.Film-film ini terus diputar ulang di televisi dan tidak pernah membosankan untuk ditonton berkali-kali.Berikut adalah 5 film Natal legendaris yang wajib masuk daftar tontonan musim liburan ini:Dibintangi oleh Macaulay Culkin, Home Alone menceritakan kisah Kevin, anak laki-laki dari keluarga kaya yang secara tidak sengaja tertinggal di rumah sendirian saat keluarganya terbang ke Paris untuk liburan Natal.Keseruan dimulai ketika Kevin harus mempertahankan rumahnya dari dua pencuri konyol, "Wet Bandits" (Harry dan Marv).Dengan kecerdikannya, Kevin memasang berbagai jebakan ikonik yang membuat para pencuri babak belur.Di balik aksi komedinya yang mengocok perut, film ini menyisipkan pesan hangat tentang pentingnya keluarga dan memaafkan.Diadaptasi dari buku karya Dr. Seuss, film live-action ini menampilkan akting memukau Jim Carrey sebagai The Grinch, makhluk hijau yang membenci Natal.Grinch tinggal di pinggiran Whoville dan berencana mencuri kebahagiaan Natal dari para warga Whoville dengan mengambil semua hadiah dan dekorasi mereka.Namun, pertemuan Grinch dengan gadis kecil bernama Cindy Lou Who perlahan mengubah pandangannya.Film komedi-drama fantasi ini mengajarkan bahwa Natal bukan hanya tentang hadiah dan pesta, melainkan tentang kebersamaan dan hati yang tulus.Film animasi komputer 3D ini diadaptasi dari buku anak-anak karya Chris Van Allsburg dan disutradarai oleh Robert Zemeckis.Ceritanya berfokus pada seorang anak laki-laki yang mulai meragukan keberadaan Sinterklas.Pada malam Natal, ia dijemput oleh kereta api ajaib "The Polar Express" menuju Kutub Utara.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-05 11:17