Sisa Banjir Aceh Tamiang: Truk Bertumpuk-Rumah Bergeser ke Jalan

2026-02-02 08:10:59
Sisa Banjir Aceh Tamiang: Truk Bertumpuk-Rumah Bergeser ke Jalan
Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh. Banjir kini sudah surut, tapi tersisa lumpur yang sempat merendam wilayah tersebut.detikcom menelusuri Desa Sukajadi, pada Kamis (11/12/2025), lokasi tempat bencana banjir bandang dan longsor terjadi. Dari Kota Medan, Sumatera Utara, ke wilayah tersebut ditempuh dalam waktu sekitar 4 jam jalur darat.Dari gapura perbatasan Kota Medan-Aceh Tamiang mulai terlihat tenda-tenda pengungsi sederhana berdiri di pinggir jalan. Tenda hanya dengan terpal yang tampak didirikan sendiri oleh warga. Di bawahnya, bertumpuk baju-baju bantuan, kardus mi instan, dan beberapa selimut tipis.Lalu lintas ramai oleh truk-truk besar yang membawa logistik. Di sepanjang jalan, terlihat warga berdiri memegang kardus seraya meminta sedikit bantuan dari kendaraan yang lewat.Di beberapa titik, rumah penduduk tampak miring, bahkan sebagian bergeser hingga masuk ke badan jalan. Rumah berbahan kayu paling banyak menjadi korban: dinding terlepas, pondasi hanyut, dan perabotan berserakan.Sementara itu, rumah beton masih berdiri, meski pagar dan gentengnya tampak rusak diterjang arus. Lumpur yang mengering membentuk lapisan tebal berwarna cokelat di setiap sudut jalan.Pepohonan yang dulu hijau kini berubah warna, tertutup debu dan lumpur. Di beberapa titik, banjir lumpur basah masih menggenang.Di antara reruntuhan itu, sebuah pemandangan mencolok yang memperlihatkan dua truk tangki terseret banjir hingga bertumpuk satu sama lain.Saat melewati kawasan Kuala Simpang, suara selang air terdengar di mana-mana. Warga membersihkan ruko dan kendaraan yang terendam hingga tak terlihat bentuk aslinya. Pasokan air sudah masuk, memberikan sedikit harapan.Begitu mendekati jembatan besi menuju Sukajadi, puluhan tenda pengungsian berdiri berjejer. Dapur umum Polri dan TNI menempel tak jauh dari sana. Ada juga posko kesehatan yang berdiri di lokasi tersebut.Para pengungsi mayoritas warga Sukajadi. Mereka terlihat memilih baju bantuan, mengantre makanan, atau sekadar duduk menatap kampung mereka yang kini hancur. Sementara, anak-anak berlari-larian di sekitar tenda,Untuk diketahui, Desa Sukajadi berada di dataran yang lebih rendah dengan jalan utama. Dari atas jembatan, Sukajadi tampak seperti hamparan rusuk kayu.Rumah-rumah yang terbuat dari papan rata dengan tanah, hanya menyisakan tiang yang patah. Tumpukan kayu gelondongan yang terbawa arus dari hulu menutupi sebagian besar area desa, bercampur dengan kasur, perabot, dan pakaian warga. Di sinilah Desi (45), salah satu warga yang selamat, berdiri sambil memandangi sisa rumahnya. Desi masih mengingat jelas hari ketika banjir bandang datang."Di sini pertama hujan 4 hari berturut turut, kalau tidak salah dari 21 sampai akhirnya 25 November, sebelum hujan itu ada angin kencang, barulah besoknya (26 November) air naik," ujarnya."Kami nengok-nengok berita rupanya air dari atas (sungai Tamiang) sudah tinggi, harus waspada kami, tapi kami tidak berpikir setinggi yang kami perkirakan, jadi saya masih bertahan di rumah, karena tidak pernah air setinggi itu sebelumnya," lanjut Desi.Wilayah itu sempat terisolasi beberapa hari karena akses terputus. Bantuan akhirnya mulai masuk pada 1 Desember 2025. Desi kini bersyukur bantuan listrik hingga air bersih sudah mulai masuk meskipun terbatas.Tonton juga video "Tindak Lanjut Menteri Lingkungan Hidup Evaluasi Bencana Banjir Sumatera"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-02 07:37