Menteri PU Kibarkan Bendera Putih, Tutup TPA Cipeucang Tangsel

2026-01-12 16:52:50
Menteri PU Kibarkan Bendera Putih, Tutup TPA Cipeucang Tangsel
JAKARTA, - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) angkat bicara soal aksi unjuk rasa sejumlah warga di depan Kantor DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) agar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang kembali dibuka.Selain pembukaan TPA, warga menuntut pengelolaan sampah dilakukan sejak dari sumbernya.Warga juga meminta TPS3R di seluruh wilayah Tangsel diaktifkan kembali secara serius, bukan sekadar formalitas.Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, Kementerian PU sudah tidak sanggup mengelola sampah dengan kapasitas lebih dari 1.000 ton per hari, termasuk di Tangsel.Sebab, Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dirancang untuk kota dengan produksi sampah relatif kecil. Politisi Demokrat itu mengatakan hal ini dalam konferensi pers di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Kamis .Baca juga: Koalisi Ekologis Sungai Cisadane Tuntut Rehabilitasi TPA Cipeucang"Sebenarnya, semua kota yang volume sampahnya itu cukup besar di atas 1.000 ton per hari, tak sanggup kami (Kementerian) PU tangani. Ini karena pengelolaan sampah TPS3R itu memang kecil-kecil untuk produksi sampah di bawah 500 (ton) sebetulnya," ungkap Dody."Jadi, begitu besar (volumenya) dibakar. Tapi enggak bisa dibakar saja kan? Supaya efektif dan efisien, dibakar dan dijadikan (energi) listrik," lanjutnya.Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto sejatinya telah berkomitmen dengan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan."Karena sudah ada Perpres, tinggal pelaksanaan saja. Karena kan membangun fasilitasnya juga enggak murah gitu kan, ada cost (biaya) yang diturunkan di situ," ucap dia.Terkait revitalisasi TPA, Kementerian PU pun harus membicarakan hal ini dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH).Sebab, revitalisasi dilarang karena harus menimbun sampah yang akhirnya membutuhkan lahan baru."Ya, nanti mungkin cepat atau lambat, saya akan ngomong (bicara) sama Wali Kota (Tangsel) kira-kira seperti apa (penanganannya). Supaya paling enggak sampah itu nggak (berserakan) di kota, karena bisa menimbulkan penyakit. Ini menjadi perhatian saya," tutur dia.Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PU Dewi Chomistriana menjelaskan, kapasitas TPA Cipeucang yang hanya mampu menampung 400 ton sampah per hari memang perlu ditutup."Sedangkan untuk Tangsel sendiri, produksi sampahnya minimal 800 ton per hari dan maksimalnya sudah melebihi 1.000 ton per hari. Ya memang, TPA Cipeucang ini sudah tidak bisa menampung sampah yang ada di Tangsel," tambah Dewi dalam kesempatan yang sama.Baca juga: TPA BLE Banyumas Bisa Jadi Percontohan Pengelolaan SampahSebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel menutup sementara TPA Cipeucang karena mereka sedang merencanakan untuk pembangunan beberapa landfill (TPA) baru, menata terasering.Tumpukan sampah ini memang seharusnya dialihkan ke TPS3R dan TPST di beberapa lokasi di Tangsel."Dan Tangsel sendiri sekarang sudah mengusulkan untuk masuk di dalam program waste to energy yang dikoordinasikan oleh Kemenko Pangan, dan saat ini sudah masuk ke dalam WTE (waste-to-energy) tahap 3," imbuh Dewi."Yang tahap 1 sudah ada, yang ini akan segera proses tanda tangan kontrak di tahun depan. Sedangkan Tangsel ini masih di dalam tahap evaluasi, termasuk untuk menentukan titik lokasi untuk (proyek) waste to energy-nya," tuntas Dewi.


(prf/ega)