Rumah Subsidi Harus Berkualitas, Bos Tapera: Kalau Tidak, Dzalim

2026-01-12 07:04:55
Rumah Subsidi Harus Berkualitas, Bos Tapera: Kalau Tidak, Dzalim
JAKARTA, - Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho mendorong peningkatan kualitas bangunan rumah subsidi yang dibangun pengembang.Hal ini juga yang menjadi perhatian dari BP Tapera maupun Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).Baca juga: Prabowo Resmikan Akad Massal 50.030 Rumah Subsidi Serentak di Banten"Nah, kalau kemudian dia ngangsur (mencicil selama) 20 tahun menyisihkan sebagian dari penghasilannya, kemudian mendapatkan rumah yang tidak bagus, kurang layak, tentunya kan ya kita merasa dzalim-lah ya terhadap masyarakat kecil-layak-kecil ya, tidak mendapatkan hak yang semestinya," jelas Heru usai akad massal 50.030 rumah subsidi di Serang, Banten, Sabtu .Kolaborasi ini akan terus dilakukan BP Tapera bersama Kementerian PKP agar ada inovasi yang dilahirkan untuk meningkatkan kualitas rumah subsidi.Salah satu inovasi yang akan dibuat adalah membuat katalog kontraktor. Sehingga, pengembang yang ingin menggunakan jasa kontraktor bisa melihat platform yang akan dibuat BP Tapera.Baca juga: Cicilan Rumah Subsidi Paling Mahal Rp 2,5 Juta Per BulanPara kontraktor tersebut tentunya telah disertifikasi BP Tapera maupun Kementerian PKP dengan mendaftarkan diri pada e-katalog."Sehingga, dimanapun pengembang kalau ingin dapat kontraktor yang bagus, ya udah ambil dari e-katalognya Tapera disumbang itu akan kita kembangkan juga. Jadi, marketplace bahan bangunan juga, terus kemudian juga kontraktor juga ke depannya. Ini salah satu upaya ya," jelas Heru.Tahun ini, BP Tapera telah menyasar kurang lebih 60.000 rumah subsidi di 54 kabupaten/kota dijadikan sampling (sampel).Ini merupakan bagian dari upaya BP Tapera untuk memotret ketepatan sasaran rumah subsidi-nya, disamping aspek keterhunian."Biasanya dari keterhunian ini kita evaluasi kalau keterhunian suatu perumahan itu rendah, dibawah 70 persen. Nah, itu pasti biasanya itu ada sesuatu dengan perumahannya. Dari situlah kemudian kita akan evaluasi bersama dengan Kementerian PKP," lanjutnya.Baca juga: Cicilan Rumah Subsidi Paling Mahal Rp 2,5 Juta Per BulanHeru bersyukur, tren tingkat keterhunian rumah subsidi selama 2022 hingga 2025 mengalami peningkatan.Per Kuartal III, tingkat keterhunian rumah subsidi 76 persen, diikuti 2023 sejumlah 92 persen, sementara tahun 2024 hingga saat ini sudah tembus 93 persen.


(prf/ega)