Polda Jatim Ungkap Motif Polisi Bunuh Mahasiswi UMM: Sakit Hati dan Harta

2026-01-16 10:38:08
Polda Jatim Ungkap Motif Polisi Bunuh Mahasiswi UMM: Sakit Hati dan Harta
SURABAYA, - Seorang anggota Polres Probolinggo, Bripka AS, ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap adik iparnya, FAN (21), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).Motif pembunuhan diduga karena sakit hati dan keinginan untuk menguasai harta korban.Bripka AS bersama rekannya sejak kecil, SY, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim pada Kamis .Baca juga: Keluarga Mahasiswi UMM Mengendus Ada Indikasi Pelecehan Seksual yang Dilakukan Bripka ASFAN, yang merupakan warga Tiris, Probolinggo, ditemukan tewas di pinggiran sungai Jalan Wonorejo, Pasuruan, pada Selasa .Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol Widi Atmoko, menyatakan bahwa motif pembunuhan telah teridentifikasi."Motifnya sudah kami dapatkan yaitu sakit hati dan ingin menguasai harta korban," kata Widi, Senin .Widi menambahkan, pembunuhan terjadi di wilayah Probolinggo, Jatim, meskipun lokasi pastinya tidak dirinci."Pembunuhannya di daerah Probolinggo," jelasnya.Baca juga: Besok Polda Jatim Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMMPolda Jatim menerapkan Pasal pembunuhan berencana dalam kasus ini."Ya, kita kenakan (pasal) pemunuhan berencana," tegas Widi.Bripka AS akan menjalani proses hukum pidana dan sidang etik profesi Polri."Sesuai dengan tadi Pak Kapolda menyampaikan akan tidak tegas anggota yang melaksanakan tidak pidana dan sudah dijelaskan ada dua yang akan dikenakan yaitu tidak pidana sendiri dan sidang kode etik," terangnya.Sebelumnya, jenazah FAN ditemukan warga dalam kondisi tertelungkup, mengenakan jaket hitam, celana panjang krem, dan helm berwarna pink. Jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk otopsi.Hasil otopsi sementara menunjukkan korban meninggal karena dicekik, yang dibuktikan dengan adanya luka lebam di tubuhnya.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-16 09:50