WELLINGTON, – Angkatan Pertahanan Selandia Baru (NZDF) mengonfirmasi bahwa kapal Angkatan Laut HMNZS Aotearoa dibayangi oleh tujuh kapal perang China saat menjalankan misi di Asia Timur bulan lalu.Insiden itu terjadi ketika kapal tersebut tengah melakukan operasi penegakan sanksi PBB terhadap Korea Utara, sebagaimana dilansir 1News, Selasa .HMNZS Aotearoa dikirim ke Laut China Timur dan Laut Kuning sebagai bagian dari upaya memantau aktivitas yang diduga melanggar sanksi Dewan Keamanan PBB terkait program nuklir dan misil balistik Korea Utara. Kapal tersebut ditemani pesawat patroli maritim P-8A Poseidon dalam Operasi Whio.Baca juga: Kapal Perang China Operasi Militer Skala Besar Dekat Taiwan, Lampaui Batas BiasaLaporan sebelumnya menyebutkan Aotearoa sempat berlayar melalui Selat Taiwan dan dibayangi kapal lain.Kini NZDF menegaskan bahwa kapal itu diikuti oleh tujuh kapal perang Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (China). Meski demikian, seluruh kapal China disebut menjaga jarak aman.Dalam patroli yang mencakup area lebih dari 410.000 kilometer persegi, Aotearoa dan helikopter SH-2G Seasprite yang dibawanya berhasil mencegah dua aktivitas “kemungkinan transfer ilegal” antar kapal di laut.Kapal tersebut juga mengidentifikasi tujuh kapal yang dianggap mencurigakan, menghubungi 49 kapal dagang, dan menyiarkan 79 pesan pencegahan.Sementara pesawat P-8A Poseidon mencatat lima aktivitas transfer antar kapal, 59 kapal mencurigakan, dan 19 pesan pencegahan.Baca juga: Buru Kapal Selam Rusia, Inggris dan Norwegia Terjunkan 13 Kapal PerangSelama operasi, Aotearoa bekerja bersama kapal-kapal dari Kanada, Perancis, dan Jepang.Selain menjalankan patroli, Aotearoa juga berfungsi sebagai kapal pendukung logistik, melaksanakan pengisian bahan bakar di laut untuk kapal Australia dan Amerika Serikat.Komandan HMNZS Aotearoa, Rob Welford, memuji kinerja tim dan kerja sama internasional selama operasi tersebut.Melalui patroli maritim, pengawasan udara, dan kerja sama internasional, kami memberikan dampak nyata — mulai dari mencegah aktivitas ilegal hingga mendukung kapal-kapal sekutu di laut. Profesionalisme awak kami sendiri, dan juga awak negara mitra kami, terlihat jelas di seluruh aspek,” ujar Welford.Baca juga: Dikira Rudal Musuh, Kapal Perang AS Salah Tembak Jet Tempur Sendiri
(prf/ega)
7 Kapal Perang China Buntuti Kapal Selandia Baru Saat Patroli Laut Asia Timur
2026-01-13 06:31:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 06:14
| 2026-01-13 06:02
| 2026-01-13 04:50
| 2026-01-13 04:22
| 2026-01-13 04:21










































