Peringatan BMKG Terkait Dampak Bibit Siklon Tropis 96S di Indonesia

2026-01-15 01:43:42
Peringatan BMKG Terkait Dampak Bibit Siklon Tropis 96S di Indonesia
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan terkait dampak tidak langsung dari bibit Siklon Tropis 96S.Bibit Siklon Tropis 96S mulai terbentuk pada 25 Desember 2025 pukul 01.00 WIB di wilayah Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat.Pada Kamis pagi pusat sirkulasi telah berada di sekitar 14.2°LS 116.5°BT, berada di Area of Monitoring (AoM) TCWC Jakarta.Baca juga: Peringatan Cuaca BMKG: Bibit Siklon 93S Kian Kuat, Sejumlah Wilayah Diminta WaspadaBMKG mencatat kecepatan angin maksimum 15 knot (28 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1008 hPa.Bibit Siklon Tropis 96S didukung oleh suhu permukaan laut yang cukup hangat (29 - 30oC) dan vortisitas yang mendukung di semua lapisan.Namun, beberapa faktor yang menghambat pertumbuhan sistem ini antara lain adanya intrusi udara kering pada lapisan 850 mb dan 500 mb, geseran angin yang sedang kuat (15-25 knot), serta kondisi divergensi lapisan atas dan konvergensi lapisan bawah yang masih lemah.Baca juga: Waspada Dampak Siklon Tropis GRANT di 5 Wilayah Indonesia hingga 25 Desember 2025BMKG Prakiraan Streamline dari BMKG untuk tanggal 25 Desember 2025, pukul 07.00 WIBBerdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan kondisi ini cenderung persisten, dan akan mengalami sedikit peningkatan kecepatan angin pada 24-48 jam ke depan.Itu ditandai pula dengan sirkulasi yang semakin tertutup dan sirkuler dengan kecepatan angin maksimum mencapat 20 knot terutama di utara pusat sirkulasi.Baca juga: Peringatan Dini BMKG Terkait Siklon Tropis Grant: Potensi Gelombang Tinggi Ancam Sejumlah PerairanSistem ini di prakirakan akan bergerak ke arah timur laut pada 24-72 jam menuju ke wilayah dengan wind shear vertical kuat, kemudian berbelok ke barat daya pada 72 jam ke depan.Bibit Siklon Tropis 96S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam (hingga 26 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.Ada potensi tinggi gelombang kategori sedang (1.25-2.5 meter) di Perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga DI Yogyakarta, Perairan selatan P. Lombok hingga P. Timor, Laut Sawu, dan Samudra Hindia selatan NTT.Baca juga: Apa Dampak Siklon Tropis Grant terhadap Wilayah Indonesia? Ini Penjelasan BMKGSementara itu, potensi gelombang kategori tinggi (2.5-4.0 meter) diwaspadai terjadu di wilayah Selat Bali bagian selatan, dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTB.Secara umum, BMKG menyebut potensi Bibit Siklon Tropis 96S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan dalam kategori Rendah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-15 00:04