Teupin Mane Bisa Dilalui, Aceh Tengah dan Bener Meriah Masih Terisolasi

2026-01-13 06:40:54
Teupin Mane Bisa Dilalui, Aceh Tengah dan Bener Meriah Masih Terisolasi
BIREUEN, - Jembatan Teupin Mane, yang menghubungkan beberapa kabupaten di Aceh dapat dilalui, setelah jembatan bailey selesai dibangun pada 14 Desember.Jembatan Teupin Mane yang berada di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, sebenarnya bukan hanya menjadi jalur penghubung antara Aceh Tengah dan Bener Meriah.Namun, terdapat sejumlah desa yang dihuni oleh warga Kabupaten Bireuen, yang berbatasan langsung dengan Bener Meriah dan warganya kesulitan menuju kota Bireuen setelah jembatan itu rusak.Namun, bukan berarti Aceh Tengah dan Bener Meriah lepas dari status terisolasi setelah jembatan tersambung.Baca juga: Akses Darat Terputus, Pertamina Kirim BBM ke Aceh Tengah dan Bener Meriah Via Udara Persoalan bahan bakar minyak (BBM) dan sembako belum dipasok ke daerah itu karena masih ada dua jembatan lain yang belum selesai, yakni Jembatan Enang-enang dan Jembatan Tenge Besi di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah yang rusak parah.“Belum bisa dilalui, setidaknya masih ada dua jembatan lagi yang butuh perbaikan,” ucap Kepala Dinas Kominfo Bener Meriah, Ilham Abdi, melalui sambungan telepon, Selasa .Baca juga: Jembatan Penghubung Takengon–Bireuen Bisa Dilalui, Warga: Alhamdulillah, Tinggal 2 Jembatan LagiMenurut Ilham, jalan alternatif pengganti jalur Jembatan Enang-enang terdapat di kawasan Wer Lah, Kampung Simpang Lancang, Kecamatan Pintu Rime Gayo.Namun, tidak untuk Tenge Besi. “Per hari ini, berdasarkan informasi yang kami terima, masih dalam pengerjaan,” ujar Ilham.Di kedua jembatan itu, lanjut Ilham, rencananya dibangun jembatan sementara untuk memudahkan akses jalan ke daerah itu.Namun, saat ini tim penanggulangan bencana daerah fokus ke jembatan bailey.“Saat ini kita belum fokus ke jembatan Enang-Enang, karena ada jalur alternatif Wer Lah,” ujar Ilham.Baca juga: Soal Status Bencana Nasional, Bobby: Helikopter-Jembatan dari Mana? Pusat, Bantuan Sudah Luar BiasaSaat ini, ada satu jembatan kecil yang akan diperbaiki, yaitu Umah Besi. Selain itu, ada jembatan besar Tenge Besi.“Kita mau siapkan jembatan bailey di Tenge Besi menyusul Umah Besi. Untuk Umah Besi informasinya sudah bisa dilalui roda dua,” kata Ilham.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-13 06:31